



Masih terbayang waktu dulu bolak - balik melewati kafe ini sewaktu mengunjungi kos pacarku di Kidang Pananjung.
Waktu dulu, ga kebayang deh bakal memasuki pekarangannya yang luas, duduk2 di kursi menghadap meja bertaplak kotak-kotak merah putih dan menikmati schaslick, pastry hangat dan kopi yang mengepul.
Karena itulah, kami mengulangi nostalgia itu & "balas dendam" dengan menikmati makan siang di sana.
Tiga belas tahun sudah berlalu, meja bertaplak kotak-kotak merah putih itu masih ada, buku menu karya teman kami Eva masih mewarnai suasana, schaslick-nya masih seenak waktu terakhir kita makan di sana disaat honeymoon kita, walaupun -sayangnya- mash potatonya kurang "mahteh" untuk seleraku.
Hanya, sepertinya masa kejayaannya mulai berangsur mereda, ditandai dengan kap lampu dari bahan jumputan yang mulai dimakan usia dan tutup teko yang kehilangan sebagian cat emasnya.

No comments:
Post a Comment