Showing posts with label Maem enak. Show all posts
Showing posts with label Maem enak. Show all posts

Wednesday, July 23, 2008

DEEP-DISH PIZZA



Biasanya Pizza itu legendarisnya orang Itali.

Makanya pertama kali aku merasa aneh, waktu ketemuan dg mantan bos-ku, Richard & istrinya Renee di Chicago, dia ngajak aku ke Pizzeria yg katanya Legendaris di Chicago.
Walaupun untuk mencapai tempatnya penuh perjuangan – naik kereta, bus, ditambah jalan bolak-balik beberapa blok di tengah dinginnya udara malam musim gugur Chicago, dia tetep keukeuh untuk nemuin restoran Pizza itu. Untunglah, sebelum kakiku lemah lunglai seperti agar-agar, akhirnya…. di depan mata…..

Gino’s East Chicago.

Restorannya penuh dengan Grafitti, kecuali kamar mandi yg ditandai dg tulisan “Bebas Grafitti”. Pelayannya bertubuh besar dg kumis melintang, gaya bak koboi, dan dengan suara menggelegar.

“No matter what happened – my ex-boss said – You must try Deep-Dish Pizza!”.

Sampai sekarang, rasa roti –entah namanya apa – dicelup di Saus Keju yang kental dibumbui dengan berbagai rempah itu masih terngiang-ngiang di lidah.
Pizzanya sendiri kulitnya tebel banget (makanya namanya Deep-Dish), tapi rasanya renyah & topingnya….. Yummy!!!!

(pssttt… ternyata, setelah baca2 webnya, Pizzeria ini didirikan oleh 2 orang sopir taxi yang bete & frustasi karena terjebak traffic jam!!!!! Kalau orang2 Jakarta pada baca www.ginoseast.com ini, bisa2 sepanjang jalan Sudirman sampai Muncul, Serpong bisa ditemukan beberapa Pizzeria :-))

Thursday, April 26, 2007

Kueh kueh dan es krim Toko Oen




Toko Oen ini udah ada sejak jaman dahulu kala.

Di pojokan jalan Pemuda, sebrangnya Sri Ratu, dengan wajah kuno jaman Belanda, kita bisa bernostalgia menikmati kueh-kueh dan es krim jaman kakek nenek kita.
Menu favorit : Es krim Tutti Frutty.... es potong yang luarnya es coklat n dalemnya rasa vanilla tutti frutti dg potongan buah2an kecil. Menurutku lebih enak dibanding es Tutti Fruttinya Zangrandi Surabaya. (sayang, pas mau foto, abis batere)

Kalo laper, bisa makan nasi goreng ham, plus sate babi ato bisa juga Steak iga Babi yang enak itu.

Kalo pengen nyemil, poffertjesnya enak banget, bisa juga ngemil kueh2 kering yang lucu2 itu.
Ancer-ancer : Toko Oen, Jl. Pemuda, sebrangnya Sri Ratu



Lumpia...Lumpia...




Inget liriknya project Pop kan?

Lumpia...lumpia...lumpia basah... (terusin sendiri ya)

Konon kabarnya lumpia ini hasil perpaduan yang manis dari makanan peranakan Cina dan Jawa. Sang suami yang asli Tionghoa mengolah kulitnya, dan sang istri yang orang jawa meracik rebung dan bumbu2nya. Berhubung waktu itu pas ada Olimpiade Ganefo di Semarang, jadilah jajanan ini namanya... Lumpia. (ada juga yang nyebutnya Loenpia).

Dari sekian banyaknya penjual loenpia di Semarang... apalagi di jalan Mataram, Pemuda n Pandanaran tuh, buanyak banget!... menurutku n Daru, yang paling muanteph adalah Loenpia Semarang Gg Lombok no 11. Warung loenpia yang dipegang generasi ketiganya Siem Swie Kiem ini terletak di deket klenteng n depannya ada kali ato sungai. Racikan rebung, telur, dan udangnya -seperti mengutip ungkapan Bondan - nyampleng tenan n mak nyus! Ga amis sama sekali. Bisa milih yang basah ato yang goreng. Sama2 enaknya. Apalagi disantap dengan saos kental manisnya itu, tambah acar, cabe rawit, n daun bawang.

Kalo mau makan disana, jangan lupa sekalian jajan es campur ato es kolang-kaling yang dijual di sebelahnya. Es campurnya kaya rasa... ada irisan manisan mangga, kelapa muda, cincau, dengan sirup manis asam. Segeerrr...

Kalo yang di gang Lombok ga ketemu2 ato pas tutup, pilihan kedua adalah Loenpia mbak Lien yang di sebelahnya Toko Oen, seberang Sri Ratu. Denger2 ada 2 kios sih, di Jl. Pemuda ama di Jl. Pandanaran. Di tempatnya mbak Lien ini, selain rebung dan udang, dicampur dg ayam juga.

Ancer2 : Loenpia Gang Lombok No 11 - deket Klenteng & depannya sungai. Kalo dari Pekojan (MT Haryono, Bundaran Jurnatan, lalu belok kiri, ada perempatan, dan belok kiri lagi). Abis nglewati sekian banyak toko keramik dan bahan bangunan, ada perempatan/jembatan, yang kalo belok kiri Jl Petudungan, kalau lurus Gang Pinggir, n kalo belok kanan Gang Lombok. Parkir di halaman Klenteng.
Buka : 08.30 - 17.00 (tapi suka-suka jam 2 ato 3 an udah "kukutan" karena dagangannya abis)
Loenpia mbak Lien : sebelah kirinya Toko Oen/sebrangnya Sri Ratu, Jl. Pemuda
Harga : Rada2 lupa pastinya. Antara 7000 - 8000 an /buah
(kalo mau yang lebih murahan sih yang di Jl. Mataram itu... tapi rasa jelas beda!)


Thursday, November 02, 2006

LAST DINNER - KWAYCHAP & ROJAK


Salah satu makanan yang wajib dicoba sebelum pulang besok paginya.
Jadi, walao sudah rada2 kenyang dengan jajanan Chinatown, kita tetep jabanin dong
untuk nyobain Kway Chap n Rojak di Yishun.
Potongan pangsit rebus berkuah coklat disertai irisan2 samcan, usus, telur coklat dan entah apalagi, menjadi makan malam yang menggiurkan. Ditutup dengan rojak petis yang menyegarkan, meski buahnya cuma nenas ama ketimun. Rojaknya emang ga kaya rujak buah di Indo sih, lebih deket ke rujak cingur ... dengan tambahan toge, cakue, n tahu goreng minus cingur!
Oya, liat minuman pink di depan Daru itu kan? Itu namanya Bandung ... kaya Es Soda Gembira-nya Spore lah. Ga lucu banget ya... ITB : Institut Teknologi Soda Gembira... hehe...
Lebih ga lucu lagi kalo liat versi kalengnya. Gambar modelnya mirip banget ama Rhoma Irama! hihihi...

KOTA CHINA




CHINATOWN must buys :
- Cemilan asik punya : Gorengan Zhong-zhong : tinggal pilih tahu goreng, baso ikan, cumi, kulit ikan garing, dst..dst..beserta bihun goreng kalo ingin rada kenyang.
- Dessert yang membuat rindu kampung halaman : Ah Balling. Jiplakannya ronde, tapi lebih kaya rasa : isi kacang, wijen, tausa, n kacang ijo. Kuahnya bisa kuah jahe kaya ronde di tempat kita (cuma rasa jahenya kurang nendang euy... perlu bekel sari jahe next time), bisa juga kuah kacang yang ditaburi kacang rebus yang empuuuukkk buanget (dipresto kayanya ya?)
- Yang ajaib dan lucu :
Carrot Cake. Mau diaduk sampe hancur ga keliatan juga jinga-jingga wortelnya. Katanya si dari sejenis lobak dan diorak arik ama telur. Rasanya kaya2 omelet gitu.
- Kangen semarang? ada Lumpia juga. Tapi ini lebih kaya lumpia vietnam itu, dengan bawang putih yang nyelekit dan cabe rawit yang mengagetkan. Huah! Pedes bo!
- Oleh-oleh khas : Lim Chee Guan. Untunglah kali ini ga perlu antri sepanjang-panjang ular. (kalo di Kelapa Gading ada Bee Cheng Hiang. Tapi enakan yang ini... jadi jangan salah masuk toko yah)
- Suvenir2 lucu : kaos2, tas2 china, ganci2, magnet2 ... harganya oke. Apalagi kalo pinter nawar. Tapi, kalo baru bisa belanja di waktu2 yang membingungkan dan tidak lazim, bisa sih ke Mustafa di Farrer, dkt Little India. Segala macam ada. 24 jam lagi.

Bola-bola Swedia di IKEA


Sayang memang di Jakarta belum buka. Jadi dipuas2in deh di tempat ini.
Koleksinya hepi2, dan sebelnya, suka lebih murahan dibanding INDEX.
Cuma ndak mungkin kan naik Ferry sambil "nyunggi" kursi?
Berdasarkan masukan dari den Hans, nyampe sana kita mending ke kafenya dulu,
soalnya kalo rada siangan antrinya amit2....
Jadilah, meski bakpao dan roti telur sudah menyelip di perut, kita maem dulu.
Pesennya sesuai rekomendasi bapak kuliner kita : Swedish meatballs, Spaghetti, n
Chicken wings. nyam nyam nyam deh!
Dan jangan lupa, abis keliling soping-soping, mampirlah ke Hotdog yang lezat itu
sebelum nyebrang nungguin bis. Hepi pokoknya.

YUYU KANGKANG PEDAS


Sore itu kita diundang diner bareng geng Duren-nya Hans & Gita
buat makan Chilli Crab di Ang Mo Kio. Tapi sayang seribu sayang, sampai di sana ternyata tempatnya tutup.
Akhirnya kita pindah ke Bishan. Walau hujan deras mengguyur, tetap semangat
dong nyebrang lapangan untuk menyambangi food court di Bishan itu.
Ga sia2. Masakannya muanteph banget. Kepitingnya segede2 gambreng dengan saus
yang lezat tiada tara dan dimakan dengan mantou goreng.
Masakan ayam dan ba'nya pun yummy bgt (sampe lupa, itu dimasak apa ya? asem manis
ama ala thai ya?). Ditambah dengan obrolan seru teman2 baru.
Seru!!!

Wednesday, November 01, 2006

MAKAN DAUN PISANG???




Laen dari yang laen... kali ini kita menyambangi Little India.
(tempat India kecil-kecil berlari-larian... kata Daru... boong banget ga seh!)
Ga jauh ama di Jawa, di resto ini kita makan pake daun pisang.
Menunya manteph banget : Curry Kepala Ikan yang segede-gede Bagong,
Chiken Tikka, ama Cumi-cumi.
enyakenyakenyakenyak......
Score-nya Daru : 9

KODOK MABOK DUREN



Our first encounter with the best Spore's cuisine (menurut kitaaa...) :
bubur kodok - beef kway teow - tofu ala thai - duren Sultan D-24
Tak terkatakan!!!!
Score : 9.5 !
(bisa jadi 100 kalo durennya lebih murah... hihihihi....)

DIMSUM MAJESTY

Di Semarang ada 2 tempat Dimsum favoritku & Daru: Dimsum Majesty & Dimsum di hotel Grand Candhi. Dua2nya menyediakan dimsum yang berbabi-babi hepi. Tapi, yang paling kita gemari adalah Dimsum Majesty, karena pilihannya banyak banget dan rasanya paling muanteph!!! Cuma sayangnya, dimsumnya cuma tersedia di hari Minggu pagi, sampai jam 11 siang saja.

ancer-ancer : Restoran Majesty, jl. Gadjah Mada Semarang

GARANG ASEM & SWIKE PURWODADI

Makanan satu ini bener2 ngangeni. Apalagi kalo pas pengen makan siang yang seger2. Kuahnya yang asem, manis, pedes berkat paduan blimbing wuluh, cabe rawit, tomat yang dicampur dengan ayam atau ati ampela, bener2 nendang di lidah.
Apalagi dimakan bersama dengan gorengan swike yang gurih dan renyah! Cucok sekali!

ancer-ancer : Swikee Purwodadi Pak UNTUNG , Jl. Moch. Suyudi, Semarang

JAGUNG BAKAR SERUT


Sebetulnya ini kaya jagung bakar yang suka kita beli di emang-emang di daerah Puncak sana.
Tapi, yang bikin menarik, jagungnya abis dibakar, diserut, lalu dikucuri susu kental manis dan ditaburi serutan keju! Nyam...nyam...

ancer-ancer : Jl. Gadjah Mada, Semarang; depan hotel Telemoyo

Monday, October 16, 2006

Bakut Mie Sumatra



Ini adalah salah satu tempat kita nangkring kalo pengen cari sarapan yang marem,
meski sebenarnya warung ini tutup jam 5 sore.
Tempatnya di daerah Tanah Mas, tepatnya di pasar panggung (meski aku sampe sekarang
ga jelas pasarnya di sebelah mana...hehe...).
Mungkin kalo belum pernah ke sini, rada2 bingung nyarinya.
Jadi sangat disarankan tanya ke orang Semarang, atau boleh lah menghubungi Hp engkohnya yang punya.

Makanannya enak2 semua, dan berbabi-babi.
Favoritku Nasi Bak Kut Teh. Irisan babinya besar-besar dengan kuah bak kut teh yang warnanya coklat dan gurih. Dimakan panas-panas, dengan taburan irisan kecil2 kulit bak yang digoreng garing kaya krupuk. Hauce! (hehe.. nulisnya gini ga si?)

Selain Bak Kut Teh, ada juga nasi Kari Peng, Mie Kecil, Ke mie, Bak Kut Mie Sua, Nasi Goreng Bak, Bubur bak.... hmmmm... ga ada yang ga enak pokonya.

Abis makan, nyruput teh seruni atau kopi sambil dengerin obrolan engkoh2 yang emang suka nangkring disitu. Serasa bukan di Indonesia, habis ngobrolnya masih pake owe-owe, bo!

Ancer-ancer : Mie Sumatra, Pasar Panggung, Tanah Mas (06.30 - 17.00)
Hp 0816-488-9393
Harga : Makanan mulai 6000. Rata2 7000 - 8000 an.

Dawet ato Duren?





Kata orang Semarang, kalo mau cari duren asiknya ke Jepara. Duren Petruk, katanya.
Bentuknya agak lonjong, dagingnya tebal, kering, harum, dan manis.
Tapi, kalau siang-siang bolong, panas menyengat, dan pengen duren serta yang seger-seger, ga usah jauh2 lari ke Jepara.
Cukup maen ke kampung kali, parkir di depan sekolah Theresia, dan nangkring di depan gerobak es Dawetnya Pak Busran.

Dawetnya bukan dawet tepung beras yang warna ijo itu, tp tepung sagu yang kenyil2 dan berwarna merah jambu. Dipadu dengan tape singkong, gula jawa cair, santen, es serut, dan tak lupa 2 glundhung duren. Nyamleng tenaaaaannnnn...... sluuuurp!

Ancer-ancer : depan tk-sd-smp Theresia, Kampung Kali, Jl. D.I. Panjaitan
Harga : Rp 10.000 / mangkok

Monday, August 14, 2006

Nasi Ayam Mbok Mudji




Dari sekian banyak favorit makanan kami, Nasi Ayam adalah andalan kami yang pasti kami gembar-gemborkan kalo ada temen yang mau maen ke Semarang.
Inilah makanan yang (pasti) HALAL (jadi bisa dipromosiin ke siapa aja - mengingat banyak yang tidak halal di Semarang) yang hampir mencapai kesetaraan dengan panggang Siagian dalam hal kelezatan dan "ngangeni"-nya.

Makanan ini mulai bermunculan menjelang maghrib sampai malam hari (malem banget kalo belum keburu habis - yang sayangnya seringkali jam 9 an udah bikin deg2an takut alamat pulang dengan perut kosong), terutama di sepanjang jalan M.T. Haryono.
Dari sekian banyak warung, hanya 1 andalan kami : Nasi Ayam Mbok Mudji, dekat BCA.
Warungnya sederhana banget, tenda pinggiran jalan, remang2 oleh lampu jalanan.

Begitu duduk dan melihat si mbok mulai menyendok nasi uduk, sambel goreng krecek & labu, ayam suwir, tahu dan 1/2 telur pindang, serta "duduh" (kuah) ayam di atas "pincuk" daun pisang.... cegluk... ga sabar deh untuk segera menyantapnya. Jangan ditanya lagi, rasanya... muanteph tenaaannnn.... (duuuh... selama nulis ini pun terpaksa nelen ludah beberapa kali ni).

Udah gitu, yang mantepnya lagi, harga 1 pincuk cuma 3500 rupiah! Bisa tambah sate usus, sate ati-ampela yang dihargai 1500 - 2000 per tusuk. Es Jeruk, Es teh manis 1000-an. Mantep kannn.... Ayo...ayo... kalo ke Semarang, jangan lupa mampir ke sini yaaa....

Ancer-ancer : Dari Matahari Simpang Lima, belok ke kiri, masuk Jl. Ahmad Yani, trus lurus sampai nemu belokan kiri ke Jl. M.T. Haryono. Warungnya di sebelah kiri. Buka-nya sekitar maghrib.

Monday, June 26, 2006

Nasi Campur Kelenteng



Sebelum beranjak meninggalkan Bandung, kami menyempatkan diri mengunjungi sahabat lama di Kelenteng.
Tak lama setelah duduk manis di pojokan, kami langsung menyibukkan diri menyantap nasi pulen yang dihiasi serombongan babi panggang merah, irisan baso goreng, babi panggang asin, siomay, telur, dan kuping kecap yang kriuk kriuk. Nyaaammmm....

sayang cuma sebentar... tapi dapat dipastikan kami akan kembali untuk mengunjungi sahabat2 lama yang belum sempat terlewati ....

TIZIS




Masih terbayang waktu dulu bolak - balik melewati kafe ini sewaktu mengunjungi kos pacarku di Kidang Pananjung.
Waktu dulu, ga kebayang deh bakal memasuki pekarangannya yang luas, duduk2 di kursi menghadap meja bertaplak kotak-kotak merah putih dan menikmati schaslick, pastry hangat dan kopi yang mengepul.
Karena itulah, kami mengulangi nostalgia itu & "balas dendam" dengan menikmati makan siang di sana.
Tiga belas tahun sudah berlalu, meja bertaplak kotak-kotak merah putih itu masih ada, buku menu karya teman kami Eva masih mewarnai suasana, schaslick-nya masih seenak waktu terakhir kita makan di sana disaat honeymoon kita, walaupun -sayangnya- mash potatonya kurang "mahteh" untuk seleraku.
Hanya, sepertinya masa kejayaannya mulai berangsur mereda, ditandai dengan kap lampu dari bahan jumputan yang mulai dimakan usia dan tutup teko yang kehilangan sebagian cat emasnya.

Mie Rica



Begitu kakiku melangkah keluar dari Stasiun Bandung dan melepas rindu dengan suamiku, kami bertiga (plus Bessie) langsung memutuskan kunjungan nostalgia kita yang pertama :
"Mie Rica Jl. Kejaksaan".
Tempat legendaris ini masih seperti yang dulu... dari penataan kursi2nya dan menu2nya.
Tanpa ba bi bu, langsung pesan : Mie Rica Babi Asin Babat 2, Mie Rica Babi Asin Baso Babat 1, Pangsit Goreng 1, Yoghurt Lychee 3, Teh Botol + Es Batu 3.
Ga perlu tunggu lama2, semua pesanan datang dan slurp...slurp...slurp....
Hmmm... "mbak, bisa pesen 1/2 mangkok ga?" kata Daru
"walah, ngapain 1/2 mangkok. Pesen ajalah 1, kita bagi 2" saut Bessie
Slurp...slurp...slurp...slurp.... Habislah sudah semuanya....
(rasa ga usah dideskripsikan lagi, cukup dibayangkan saja gabungan babi cincang dan mie yang gurih dan pedasnya setengah mati itu....) Sluuuuurrrrrppppp!!!!!!!!

Kumpul Bocah @ Bandung



Setelah kumpul2 di Jakarta, sekarang gilirannya Bandung.
Ngga banyak2 yang ngikut, cuma Paman, Nuke, Jemi, Bessie, Shinta, Daru, n Raney.
Malam itu Paman Therman yang kebetulan punya gawe (baca : ultah) mengajak kita mencicipi hidangan yang tidak kalah haramnya dan tidak kalah lezatnya dengan segala hidangan yang kita puja selama ini.
(mungkin udah ada yang nyoba sih, tapi aku n Daru belum...:-))
Obrolan ngalor ngidul tentang Flexi-Nemo, tempat2 kenangan dan kisah2 kenangan jaman kuliah dulu langsung berangsur mereda digantikan suara hening.... dentingan sendok-garpu & decapan2 lidah....ketika satu demi satu hidangan bermunculan di meja.

Dimulai dengan sup kepiting-asparagus-telur yang creamy & leker (kata Paman ini sup yang terenak di antara semua sup kepiting yang sudah pernah dicicipi - dan memang betul), disusul dengan ayam jahe yang ditaburi cincangan bawang putih goreng yang harum & melimpah (enak banget! gabungan rasa bawang putih, hangatnya jahe dan secercah saus tiram... cuma sayang ayamnya potongannya mungil2, jadi dalam sekedipan mata langsung abis), babi kecap yang manis-gurih dan crispy, puyung hai yang lembut dengan saos kecap yang nendang di lidah, dan sebagai penyeimbang gizi... capcay goreng.
Dalam sekejapan mata, semuanya langsung ludes! (meski nasi putihnya masih setengah ceting ... kayanya makin tua makin beradab :-)) dan suasana menghangat kembali dengan gelak tawa kita yang membahana...

Ancer-ancer : Restoran Dunia Baru, Gardu Jati (seberang bubur Nduty)