Friday, June 29, 2007

Demam Intan


Ada yang suka Sinetron Intan?

Akhir2 ini lagi booming banget, sampe2 dari cuma 100an episode, dipanjangin sampai 200 episode lebih.

Aku awalnya sih biasa2 aja, tapi sempet ada suatu waktu yang ikut2an rada ketagihan, jadi kalo pulang kantor minta diceritain ibu.

Ibuku, yang memang kalo di rumah nontonnya dari Sinetron ke Sinetron, termasuk salah seorang penggemar, walau akhir2 ini rada ngeselin karena ceritanya dipanjang-panjangin.

Tapi bukan itu yang pengen aku ceritain.

Suatu sore, ibu cerita tentang Intan lalu gimana ceritanya mulai membosankan.

Lalu beliau bilang, "tak itung2 iklannya pun jadi berkurang lo sekarang. Dulu jam 7 lebih belum selesai, sekarang udah. Trus per episode iklannya turun dari berapa jadi berapaa gitu (Lupa!).

Sampe tak catet!"

Hah!! Baru aku pasang telinga. "Dicatet?" Ibu nyatet iklannya?"

"Iya... Ini liat aja!"

Eh, beneran lo temen-temen. Ibuku punya beberapa kertas nyatetin iklannya Intan itu per episode-nya apa aja dalam beberapa minggu ini. Jadi dia bener2 tau jumlah iklannya turun.


Aku cuma bisa menghapus air mata setelah tertawa2 kegelian ngelihat ibuku... hehehe...

Kumpul Bayi-Bayi Ciat









Hepinya kumpul2 lagi.
Apalagi kali ini bayi2 ciat tambah komplit lagi. Ada Hovan, Vina, Aiko, Lentera, Kenai, Mathias, dan yang terbaru : Sebastian.

Bapak-ibunya pun komplit : ada Suryo - Kurnia sebagai tuan rumah; Nindya - Helen, Ndut - Venny, Mico - Eva, dan Clodi. Kalo aku cukup bawa bayi gede (hampir 100 kg bo!) dan Lusti sebagai tamu agung kali ini cukup puas walau hati mungkin nelangsa mikirin si abang yang tiap hari makan nasi - telur - susis (aduh Wiiiinnnn, kasian amat si ditinggal bojo).

Acaranya seru ... saling bagi gosip dan saling oper bayi supaya kita gendong-gendong. Sempat bikin para baby sitter "jejeritan" (duh, hiperbolik sekali), gara2 pesanan kita full dengan piggy - piggy... Malah Daru nambahin : "Kaki babinya yang ukuran 37 ya mbak" Alamaaakkkk...

Komentar-komentar tentang bayi2:
- Iiih, Sebastian mirip bapakne.
- Hovan versi tidak cacatnya bapakne
- Lentera juga menik2 dan wajahnya njawani kaya bapakne
- Mathias rambutnya tebel buanget. Tubuhnya pun berbulu. Kaya bapakne!
- Kenai ... hmmm... bener2 bulet. Lagi-lagi : kaya bapakne!!

Hehehe... ko diliat2, ga ada komentar yang bilang mirip ibukne ya???

ayo Ru... nanti kita bikin bayi yang nurun ibunya yaa...kekekeke....
Tapi yang paling penting : baby sitternya cowok aja! hehehe...

Gosip-gosip : Pendekatannya Hovan untuk maen2 bareng Vina mulus loooo.... Jadi???

Ghost Tour in Chester




Chester adalah kota kecil, sekitar 1 jam naik kereta dari Manchester ke arah North Wales.
Kotanya sudah tua dan kaya dengan historynya. Di sana kita bisa mengelilingi tembok Romawi (Roman Walls) yang katanya "the most complete set of City Walls in UK" dan bisa melihat Roman Amphitheatre yang katanya "the largest uncovered Roman Amphitheatre in the country. Beneran uncovered, baru lingkaran paling atasnya yang kegali. Lain2nya masih diteliti dan akan digali.
Walaupun kecil dan tua, kotanya termasuk cantik dengan bangunan2 tua dari kayu, cathedral tua plus jeritan tupai2, sungai dan burung2. Cantik. Unik.
Saking tuanya, kota ini terkenal sebagai the most haunted city in England.
Maka dari itu, sebagai bagian dari acara team building di meetingku, acaranya adalah Ghost Tour. Beneran! Tour Hantu-Hantu...
Udah keder aja dan ngebayangin yang nggak-nggak.
Tournya digelar dari jam 7 malam sampai selesai. Kita jalan kaki keliling kota, dingin2 berangin, rada2 gelap dan spooky, singgah2 ke tempat2 berhantu dan diceritain kisah2 hantu di tempat2 itu.

Ada kisah calon pengantin yang pas berdandan dan membayangkan indahnya pernikahan, hidup saling mencinta, tiba2 dapat surat yang bilang kalau mempelai prianya tidak bisa menikahi dia dan pergi. Dia langsung gantung diri komplit dengan baju putih dan kerudungnya dan menghantui tempat itu. Sampai sekarang, tempat itu ga ada yang berani meninggali. Sampai dibuat kontes barangsiapa berani tinggal di situ 2 jam, dapat 100 Pounds; tapi ga ada yang menang.

Ada juga hantu pembantu yang clumsy n suka mecahin piring. Dulu, ceritanya pembantu ini mengabdi di keluarga terkenal di kota ini. Masih muda dan clumsy sekali, suka mecahin piring. Saking ga sabarnya, nyonya rumah mengusir pembantu ini di malam dingin bersalju. Pembantu ini menangis dan menggedor2 pintu minta diijinkan masuk, karena dia ga punya tempat untuk berteduh, tapi sang tuan rumah tidak peduli. Keesokan harinya pembantu ini ditemukan mati kedinginan di depan pintu dan sejak hari itu, di rumah ini sering terdengar bunyi pecahan piring di malam hari.

Yang cukup seram adalah hantu di deket rivernya situ. Kisah ini terjadi tahun 1800an, jadi jaman2 kita SD dulu tuh. Pada waktu itu ada orang yang didakwa bersalah dan dijatuhi hukuman gantung di lapangan, disaksikan banyak orang. Orang ini tidak merasa bersalah, sehingga walaupun kakinya sudah dipasangi pemberat, dia berusaha melarikan diri melintasi kerumunan orang yang menonton. Dia lari terus sampai sungai dan berusaha berenang ke seberang. Karena kakinya dipasangi pemberat, di tengah2 dia tenggelam. Hanya, sang algojo, merasa tugasnya adalah menggantung pria ini, masuk ke dalam sungai, menarik jenazah pria ini dan menggantungnya dalam kondisi yang mengerikan. Setelah digantung, jenazah pria ini dan orang2 lain yang digantung itu dimasukkan ke mobil untuk dikubur di sebelah kiri pekarangan gereja (katanya kalo yang sebelah kiri gereja itu untuk orang2 yang berdosa & tidak akan diberkati). Tapi di tengah2 jalan, mobil ini oleng, dan semua mayat itu keluar ke jalanan. Saking ngerinya kejadian itu, hukuman gantung di kota ini dihapuskan, tapi hantu sang pria sering muncul dalam bentuk tangan yang menggapai2 dari dalam sungai. Fiuh! Jadi merinding...

Tempat yang serem waktu itu menurutku di gereja deket Amphitheatre. Di pintunya ada peti mati yang dipajang berdiri. Peti itu yang dipakai untuk memindahkan jenazah dari rumah ke gereja untuk dimakamkan. Yah gimana ga serem, lha ke situ pas udah gelap2, ditunjukinnya pake senter pula, anginnya dingin pula.
(yang jelas, sepanjang jalan daku berdoa dalam hati...semogaaa aja ga ada penampakan...hehehe)

Friday, June 08, 2007

Negeri pria bergaun




Gara-gara terpesona oleh Mel Gibson dalam balutan rok kotak-kotak dan gaya konyol Stifler waktu meniup bagpipe, bikin aku penasaran pengen lihat negara ini.
Apalagi waktu lihat tiket kereta dari Manchester ke Edinburgh ga begitu mahal untuk jam2 tertentu. Memang beda dibanding waktu ke Itali, kali ini ga ada tiket pesawat yang murah meriah. Tapi aku lebih suka naik kereta, sambil menikmati biri2 yang tersebar di padang rumput, burung2 hitam beterbangan, rumah2 pertanian di padang rumput, sungai, hutan, dan reruntuhan castle di sana sini.

Edinburgh menurutku kota yang cantik. Banyak bukit dan lembah. Maklum, Edinburgh castle dibangun di atas volcano yang sudah mati. Princess Garden Park di bawah castle dulunya aliran gletser dan dibuat menjadi Lor Noch, yang akhirnya danau ini dikeringkan untuk dibuat taman asri seperti sekarang. Tempat ini dulu jadi pembuktian apakah wanita yang eksentrik di jaman itu penyihir ato tidak. Dia akan diikat dan dilempar dari atas tempat castle itu ke Lor Noch. Kalo mengapung, berarti penyihir, dan akan dibakar hidup2 di Witchess Well dekat castle. Kalo tenggelam berarti bukan penyihir, tapi mati tenggelam. Tetep aja ini Lose - Lose solution ya. hehe...

Cara paling hepi dan murah meriah menikmati Edinburgh adalah dengan jalan kaki. Mulai dari Edinburgh castle yang di atas bukit, lalu turun melintasi sepanjang Royal Mile yang jalannya masih dari susunan batu & bukan aspal, sampai Palace of Holyroodhouse.

Di Castle bisa lihat Stone of Destiny, yang baru saja dikembalikan dari Westminster Abbey. Batu yang biasa dipakai dalam setiap upacara pemahkotaan raja/ratu Inggris ini nantinya akan dipinjamkan lagi kalau ada penobatan raja baru. Mitosnya, Stone of Destiny ini adalah batu yang dipakai bantal oleh Yakub & dalam tidur bertemu malaikat. Di Castle juga ada The Scottish Crown Jewel, tempat kelahiran James I of England / James IV of Scotland dan tiap jam 1 siang, ada tradisi penembakan meriam dari One O'Clock Gun.

Di sepanjang Royal Mile, kita bisa menikmati toko2 suvenir yg lucu2, Whitches Well tempat pembakaran witch jaman dulu, Whiskey Heritage Center tempat kita melihat cara pembuatan whiskey oleh "hantu" & bisa icip2, Tartan Weaving Mill tempat kita bisa lihat gimana orang Scot membuat tartan & kilt (bisa pesen juga), Camera Obscura, St. Giles Church, John Knox House - pendiri kekristenan (Calvin) di Scotland, Museum of Childhood, Edinburgh Museum, sampai istana Queen of Scots - Palace of Holyroodhouse. Jalan dari ujung ke ujung ga sampai 45 menit, dan ga terlalu cape karena jalanan menurun, serta banyak pemandangan menarik dari bangunan2 tua yang cantik dan dihiasi bunga2 musim semi yang digantung2.

Dari Castle kita juga bisa turun ke arah Princess Garden ke arah New Town-nya, melihat2 museum, dan menikmati alunan bagpipe dari bapak tua dengan kilt di pojokan taman. Lalu bisa mendaki lagi ke arah Calton Hill untuk menikmati spectacular panoramic view of Edinburgh city. Di Calton Hill ini ada Old Observatory, Nelson's monument, dan unfinished National Monument yang dibuat seperti Parthenonnya Acropolis Athena. Paling cocok kalo ke Calton Hill ini waktu sunset. Cantik sekali! (sayang aku ga kepikir begini waktu itu)

Oya, di kota ini aku stay di Smart City hostel (http://www.smartcityhostels.com/). Ini hostel yang paling bagus yang pernah aku dapatkan. Lokasinya strategis banget, di tengah2 Royal Mile deket Museum of Childhood. Internet gratis. Dan yang paling penting, kamarnya oke bgt! Modern, bersih, lengkap dengan tempat shower 2 n toilet 2 di satu kamar, hairdryer, dan handuk2 bersih 2 buah layaknya hotel. Bedanya cuma sekamar ber-8. Harganya juga murah u itungan UK, 15 pound per malam. Very recommended!!

Dan kalo mau shopping souvenir, sepanjang Royal Mile itu tersebar toko2 suvenir yang lucu2.

Thursday, June 07, 2007

Wales in a day




Abis meeting di Chester, mustinya aku balik ke Manchester lagi sebelum akhirnya balik ke Indo, karena bandara terdekat disana.

Tapi setelah pikir2, ko sayang ya, udah deket ke Wales, ko ga sekalian aja pergi menyambangi negara kelahiran Lady Di ini.

Setelah cari2 info n liat peta ama internet, ternyata emang deket kalo mau maen ke North Wales. Bisa naik kereta bolak - balik. Bisa hop on hop off dari satu kota ke kota yang lain lagi.

Akhirnya aku naik Virgin Train - North Wales Coast Line jurusan Manchester - Holyhead, karena dari sekian banyak kota yang dilalui, yang pingin aku liat Llanfair PG sama Conwy.

Llanfair PG terkenal ama nama kota & stasiun yang puanjang banget n Conwy terkenal castle-nya yang besar di pinggir laut.

Ini stasiun2 yang kulalui :

Chester - Flint - Prestatyn - Colwyn Bay - Llandudno Junction - Conwy - Penmaenmawr - Llanfairfechan - Bangor - Llanfair PG

Cuma sekitar 1.5 jam dari Chester ke Llanfair PG. Hepi kan?

Lebih hepi lagi pemandangan selama perjalanan asik banget. Biri-biri yang merumput - banyaaaakk banget tersebar di padang rumput - Kuda & Sapi belang2 yang juga merumput, Burung2 camar beterbangan, Ombak yang berdebur, rumah2 pedesaan yang lucu2, castle2 kuno. Seru!

Setelah menghitung perjalanan n ngeliat jadwal kereta, aku ke llanfair PG dulu. Belanja di toko deket stasiunnya sama ngerasain Scones (kue ala Wales .. kata temenku itu khasnya sana & enak banget). Walopun lidah jawaku ternyata lebih suka scones ala kafe di Setiabudi Building. Hehe...

Abis dari llanfair PG, baru deh ke Conwy. Wuih! Castlenya kereeeeennnn banget! Gede, dengan pemandangan laut n bukit penuh biri2. Ditambah dengan pohon2 sakura yang sedang berbunga. Cantik!







Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch



Bingung kan bacanya?

Sama. Diriku juga. Apalagi waktu mau naik kereta ke tempat itu. Mabok deh nyebut ke masinisnya :-).

Memang sepertinya dinas pariwisata desa kecil di Wales itu sengaja bikin nama panjang ini untuk menarik wisatawan. Ditambah lagi, dibuatlah lomba cara mengejanya...

Gimana juga, memang akhirnya menarik diriku untuk menyambangi tempat ini, sekedar ingin tau, ingin liat2, and nyari orang yang bisa mengeja namanya dengan benar. Hehehe...

Makanya begitu sampai di stasiun itu, aku dateng ke tourist information deket stasiun and minta ibu tua baik hati yang jaga untuk kasih tau cara bacanya. Dan kurekam dong. Kali2 kalo kesana lagi lebih fasih lah :-)

Ini info dr Wiki ttg tempat ini :
(Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch), also spelt Llanfair Pwllgwyngyll and commonly known as Llanfair PG or Llanfairpwll, is a village and community on the island of Anglesey in Wales, situated on the Menai Strait next to Menai Bridge and across the strait from Bangor. According to the 2001 census, the population of the community is 3,040,[1] 76% of whom speak Welsh fluently; the highest percentage of speakers is in the 10–14 age group, where 97.1% are able to speak Welsh.[citation needed]
The long form of the name is the longest officially recognised place name in the United Kingdom and one of the longest in the world, being 58 letters in length (51 letters in the Welsh alphabet, where "ch" and "ll" count as single letters).
The name is Welsh for "St Mary's church in the hollow of the white hazel near to the rapid whirlpool and the church of St Tysilio of the red cave".

(weleh... weleh... terjemahannya lebih panjang bo..)




Sunday, June 03, 2007

Studi Banding






Cambridge is 2.5 hours away from Heathrow, by bus. It's cold n windy that morning, so I felt so relieved when Windo n me finally reached their apartment, had hot rice, fish soup, and Saksang! (benar saudara-saudara. Saksang! Buatan Marpadotbe!)! Yum!

(ternyata waktu mamanya Windo ke Cambridge, beliau membawa saksang yang udah dibekuin.)

At noon, Windo took me around the city. Cambridge is a small city full of colleges (emang kota mahasiswa sih ya...) with their big & beautiful old buildings, river with it's clear water & cheerful ducks, boats rent for punting (though it's too early for punting). It's a beautiful day, though the weather was weird. Can you imagine : 4 season in one day! : it's windy in the morning, then it's hot with bright sunshine in the afternoon, but then it's snowing & rain in the evening! What a day!

Oh ya, we went to Nando's to try their special menu : hot roasted chicken. Bener2 pedas!

my lovely funny INTA



Waktu ke Manchester akhir Maret lalu, aku nginep di rumah Mamay, sahabat baikku sejak SMA. Dia punya anak cewe satu, panggilannya Inta. Waktu aku mau dateng, Mamay udah cerita ke Inta kalau tante Raney mau dateng. Lalu Mamay bilang, tante Raney itu mamahnya Boris (boneka bebek yang aku kasih waktu Inta baru setaonan, datang ke Yogya).


Jadilah, waktu pertama ketemu Inta lagi... dia heboh sekali ngelaporin keadaannya Boris.


"tante Raney...tante Raney... tadi Boris kejeduk. Duk. Di sini lo..di pintu... sakit. Borisnya nangis...huu"


Begitulah... dia sayang banget ama Boris. Borisnya punya stroler kecil sendiri, dan suka dijadiin pasien kalo Inta maen dokter2an.


Hepi banget tinggal bareng Inta 1 minggu lebih. Dia gadis kecil yang lincah, lucu, dan banyak cerita. Lucu2 ceritanya, khas dengan suara ocehan anak balita. Inta seneng banget bantu mama memasak dan bikin mamanya pusing, soalnya beras dan tepungnya disebar di lantai dapur. hehe...


Inta juga suka ketik2 komputer. "Mau kerja, cari uang" katanya... Soalnya menurut Inta kalo mamanya ketik komputer berarti kerja. Inta juga suka kalo dianggep "anak gede". Pakai anting, bisa main scooter, ga pake high chair, bisa pakai baju n stoking sendiri, n ga nangis di playgroupnya.

Lalu, lucunya, dia seneng kalo kita kaget melihat kemampuan baru dia. Waktu dia mempertunjukkan kebolehannya memakai baju, aku kan senyum2 aja. Eh, dia bilang, "tante Raney, kagetnya mana???" Oalah... Jadi aku harus terbelalak memegang pipi dan bilang, "aduh...Inta pinter sekali. Tante jadi kaget deh" hehehe...


Waktu aku pulang, Inta sedih sekali. Tapi dia ngga ngaku. Dia bilangnya "Tante Raney, Borisnya sedih mau ditinggal mamanya. Boris mau nangis" (dengan wajah mau mewek...hihi..)


Jadi tantenya bilang ama Inta "kalau begitu, Inta jagain Boris ya. Dihibur biar ga nangis". Inta ngangguk2, tapi tetep sedih.


Selang beberapa hari setelah aku pulang, Mamay kirim email. Inta sering tanyain tante Raney-nya, tulisnya. "Boris kangen", katanya. Lalu Borisnya ditempeli stiker banyak sekali, karena sudah jadi GOOD BOY, karena ga nangis ditinggal mamanya. (soalnya di nursery, kalo Inta jadi Good Girl, dia diberi 1 stiker). Lalu dia mengarang cerita kalau tante Raney pulang nemenin papahnya Boris, om Daru. Dan Boris disuruh jaga Inta.


Hehehe... Inta memang lucu sekali... tante Raneynya jadi kangen deh....

There are so many things to see in London...




Hmm, below is my story from London :

http://timplaktimplung.multiply.com/journal/item/26