

Setelah kumpul2 di Jakarta, sekarang gilirannya Bandung.
Ngga banyak2 yang ngikut, cuma Paman, Nuke, Jemi, Bessie, Shinta, Daru, n Raney.
Malam itu Paman Therman yang kebetulan punya gawe (baca : ultah) mengajak kita mencicipi hidangan yang tidak kalah haramnya dan tidak kalah lezatnya dengan segala hidangan yang kita puja selama ini.
(mungkin udah ada yang nyoba sih, tapi aku n Daru belum...:-))
Obrolan ngalor ngidul tentang Flexi-Nemo, tempat2 kenangan dan kisah2 kenangan jaman kuliah dulu langsung berangsur mereda digantikan suara hening.... dentingan sendok-garpu & decapan2 lidah....ketika satu demi satu hidangan bermunculan di meja.
Dimulai dengan sup kepiting-asparagus-telur yang creamy & leker (kata Paman ini sup yang terenak di antara semua sup kepiting yang sudah pernah dicicipi - dan memang betul), disusul dengan ayam jahe yang ditaburi cincangan bawang putih goreng yang harum & melimpah (enak banget! gabungan rasa bawang putih, hangatnya jahe dan secercah saus tiram... cuma sayang ayamnya potongannya mungil2, jadi dalam sekedipan mata langsung abis), babi kecap yang manis-gurih dan crispy, puyung hai yang lembut dengan saos kecap yang nendang di lidah, dan sebagai penyeimbang gizi... capcay goreng.
Dalam sekejapan mata, semuanya langsung ludes! (meski nasi putihnya masih setengah ceting ... kayanya makin tua makin beradab :-)) dan suasana menghangat kembali dengan gelak tawa kita yang membahana...


Ancer-ancer : Restoran Dunia Baru, Gardu Jati (seberang bubur Nduty)

No comments:
Post a Comment