"Aduh neeennnnggggg.... kamu ini kaya burung aja....belum juga pergi yang ini, udah ngajuin pergi lagi ke tempat lain....“ begitulah komentar (baca : keluhan :-)) sekretarisnya bosku yang bantuin ngurusin TN n tiket2 ku kalo aku travelling.
Jangankan dia ya, aku aja juga pusing mikirin jadwalku. Taun 2007 kemarin emang taun travelling buat aku. Tiap bulan pergi, kadang 2 kali sebulan. Belum beberapa hari bongkar koper, udah musti ngisi koper lagi. Ga kalah hebohnya, suamiku pun juga heboh traveling --- hampir tiap minggu ato 2 mingguan malahan. Ibuku udah geleng-geleng kepala ... "kalian berdua ni, kerjaannya ko gantian nggeret koper..."
Banyak yang komentar ... "wah enak ya, jalan-jalan terus...", "wah, asyik dong, milleagenya tambah banyak!"
Memang sih, asyik bisa jalan-jalan ... apalagi ke tempat2 yang belum (mampu) dikunjungi... ngeliat budaya yang beda2... ketemu orang2 yang beraneka warna... tambah lagi kalo disitu ada tempat shopping yang murah...hehehe...
Tapiii.... terus terang, kadang2 sutris juga.... bingung bagi waktunya….
Makin banyak meeting, berarti makin banyak project & things to do yang lain. Ditambah dengan inbox yang senantiasa quota exceeded – sampe bingung mau bales yang mana dulu karena semuanya jadi ASAP. Kadang2 serasa kaya badut yang ngelempar bola2 & berusaha (“bercita-cita”) untuk bisa nangkep semuanya satu demi satu, tapi malahan ketimpuk ama bola2 itu.
Ditambah lagi kangennya itu lo.... sedih to kalo pisahan terus ma suami n keluarga. Soalnya ga jarang, waktu meetingku bentrok ama travellingnya Daru. Sempat tuh, setelah dalam 2 bulan tiap dua minggu aku pergi masing2 seminggu. Hari Sabtu aku pulang, tapi Selasa depannya Daru pergi & pulang Jumat sore. Padahal Jumat pagi itu aku musti pergi lagi selama 3 minggu. Akhirnya pagi2 itu aku berusaha ngubah tiketku ke malam hari, biar bisa ketemu Daru 2 jam di airport! Aku ditransfer 2x sama petugas airlinesnya, ditanya alasannya apa ko pengen tukar jadwal & rela di down grade – dan 2 x pula aku jawab dengan malu2 tapi tampang memelas, "Saya pengen ketemu suami dulu sebelum pergi, mbak“. Akhirnya mbak2 itu (saking kelihatan nelangsanya kali yaaa...) ngusahain banget biar aku bisa pindah jadwal...hehehe... Lumayan kan, bisa ketemu 2 jam di airport!! Hihi....melasi banget ga siiihhh...
Tapi, yang paling bikin kepikiran "kalo begini caranya, kapan dong ya bisa punya anak???" Pertengahan tahun lalu dengan sedih hati aku bilang ama Daru, kayanya sampai akhir tahun ini kita belum bisa punya momongan. Semoga tahun depan (2008 maksudnya), aku mulai slow down ya, jadi bisa program lagi“. Terus terang, kadang aku suka2 iri dengan temen2 yang bisa bermain seharian dengan anaknya, bisa masak buat suaminya, bisa nanem bunga2 di kebun, hias-hias rumah .... Emang yaaa, rumput tetangga suka terlihat lebih hijau :-)
Tapi akhirnya aku jadi malu sendiri, ko aku ga bersyukur banget ya? Tuhan sudah kasih yang terbaik buat aku. Aku bisa kumpul lagi di satu kota ama Daru & Daru pun bisa ngertiin & support aku banget, ibu yang dengan senang hati masakin buat kami berdua, kerjaan yang baik buat kami berdua, kesempatan untuk berkembang & belajar hal baru, dan terlebih lagi : kehidupan & kesehatan sehingga aku bisa menikmati semuanya dengan orang2 yang aku cintai. Ga ada yang lebih indah selain setelah travelling bisa ketemu lagi dengan orang2 kekasih.
Meski taun ini aku ga tau, apakah aku dituntut lebih keras lagi atau tidak, apakah kami dikaruniai momongan atau tidak, apakah kami bisa meluangkan banyak waktu bersama atau tidak, satu hal yang aku tau : Tuhan selalu memberikan yang terbaik dan dalam Dia ada pengharapan yang indah.
Have a nice day!
(pssttt... sampai saat tulisan ini ditayangkan, penulis sedang mengalami gejala-gejala insomnia akibat kesepian jauh dari suami. Makanya dalam semalam bisa nulis blog beberapa judul, setelah berbulan2 absen. Hehehe)
Thursday, July 24, 2008
Wednesday, July 23, 2008
BOLYWOOD CITY
Waktu dikasih tau ada meeting di Mumbai, aku tanya ke beberapa temen kantor, "Mumbai itu kaya apa sih?" (soalnya, banyak orang paling males kalau dikirim ke Mumbai).
Salah satu temenku dengan entengnya bilang, "Yang jelas, kalau kamu kesana, kamu bersyukur banget tinggal di Jakarta". Hehehe....
Ga perlu penjelasan panjang lebar. Setelah menjejakkan kaki di bandaranya, melihat taxi hitam-kuning kotak2 tua jaman film 70-an berderet-deret memenuhi parkiran, melihat banyak orang tumpah ruah di jalan – bahkan di sepanjang pinggiran jalan tol, ternyata memang perkataan temanku itu benar adanya:-)



(Cuma dua hal yang bikin hepi : Fotonya Sahrukh Khan dimana-mana & harga kain buat baju murah bangeeeettttt!!! Ibu sampe bilang, "wah tau gitu kamu tak bawain uang biar bisa beli lebih banyak". Hehehe)
Salah satu temenku dengan entengnya bilang, "Yang jelas, kalau kamu kesana, kamu bersyukur banget tinggal di Jakarta". Hehehe....
Ga perlu penjelasan panjang lebar. Setelah menjejakkan kaki di bandaranya, melihat taxi hitam-kuning kotak2 tua jaman film 70-an berderet-deret memenuhi parkiran, melihat banyak orang tumpah ruah di jalan – bahkan di sepanjang pinggiran jalan tol, ternyata memang perkataan temanku itu benar adanya:-)
(Cuma dua hal yang bikin hepi : Fotonya Sahrukh Khan dimana-mana & harga kain buat baju murah bangeeeettttt!!! Ibu sampe bilang, "wah tau gitu kamu tak bawain uang biar bisa beli lebih banyak". Hehehe)
BERMUSIM PANAS DENGAN PARA PRESIDEN
Kalau bukan karena kecanggihan penyelenggara training memilih tempat, kayanya ga kebayang tempat ini ada. Letaknya yang nun jauh di pelosok desa, dikelilingi pegunungan dan perbukitan, dihiasi dengan warna-warni daun musim gugur, “The Greenbrier” menjadikan tempat yang – pada jamannya – dianggap sempurna buat para presiden menikmati musim panasnya – jauh dari keramaian dunia perpolitikan negara. Kabarnya tempat ini sudah disambangi oleh 26 presiden Amerika, makanya sampai salah satu resortnya dijadikan “Presidential Cottage Museum”.
Walaupun mungkin sekarang bukan lagi tempat favorit Presiden untuk menjamu tamu2 dan menikmati musim panas, tempat ini masih berdiri megah & indah. Walaupun Spring Housenya mungkin sudah tidak digunakan untuk berendam, air sulphurnya dialirkan ke Spa House di salah satu ujung hotel.
Cara mahal untuk mengobati kutu air.
Mengingatkan betapa beruntungnya aku, bisa terdampar di tempat ini.

Walaupun mungkin sekarang bukan lagi tempat favorit Presiden untuk menjamu tamu2 dan menikmati musim panas, tempat ini masih berdiri megah & indah. Walaupun Spring Housenya mungkin sudah tidak digunakan untuk berendam, air sulphurnya dialirkan ke Spa House di salah satu ujung hotel.
Cara mahal untuk mengobati kutu air.
Mengingatkan betapa beruntungnya aku, bisa terdampar di tempat ini.
DEEP-DISH PIZZA

Biasanya Pizza itu legendarisnya orang Itali.
Makanya pertama kali aku merasa aneh, waktu ketemuan dg mantan bos-ku, Richard & istrinya Renee di Chicago, dia ngajak aku ke Pizzeria yg katanya Legendaris di Chicago.
Walaupun untuk mencapai tempatnya penuh perjuangan – naik kereta, bus, ditambah jalan bolak-balik beberapa blok di tengah dinginnya udara malam musim gugur Chicago, dia tetep keukeuh untuk nemuin restoran Pizza itu. Untunglah, sebelum kakiku lemah lunglai seperti agar-agar, akhirnya…. di depan mata…..
Gino’s East Chicago.


Restorannya penuh dengan Grafitti, kecuali kamar mandi yg ditandai dg tulisan “Bebas Grafitti”. Pelayannya bertubuh besar dg kumis melintang, gaya bak koboi, dan dengan suara menggelegar.
“No matter what happened – my ex-boss said – You must try Deep-Dish Pizza!”.
Sampai sekarang, rasa roti –entah namanya apa – dicelup di Saus Keju yang kental dibumbui dengan berbagai rempah itu masih terngiang-ngiang di lidah.
Pizzanya sendiri kulitnya tebel banget (makanya namanya Deep-Dish), tapi rasanya renyah & topingnya….. Yummy!!!!


(pssttt… ternyata, setelah baca2 webnya, Pizzeria ini didirikan oleh 2 orang sopir taxi yang bete & frustasi karena terjebak traffic jam!!!!! Kalau orang2 Jakarta pada baca www.ginoseast.com ini, bisa2 sepanjang jalan Sudirman sampai Muncul, Serpong bisa ditemukan beberapa Pizzeria :-))
Makanya pertama kali aku merasa aneh, waktu ketemuan dg mantan bos-ku, Richard & istrinya Renee di Chicago, dia ngajak aku ke Pizzeria yg katanya Legendaris di Chicago.
Walaupun untuk mencapai tempatnya penuh perjuangan – naik kereta, bus, ditambah jalan bolak-balik beberapa blok di tengah dinginnya udara malam musim gugur Chicago, dia tetep keukeuh untuk nemuin restoran Pizza itu. Untunglah, sebelum kakiku lemah lunglai seperti agar-agar, akhirnya…. di depan mata…..
Gino’s East Chicago.
Restorannya penuh dengan Grafitti, kecuali kamar mandi yg ditandai dg tulisan “Bebas Grafitti”. Pelayannya bertubuh besar dg kumis melintang, gaya bak koboi, dan dengan suara menggelegar.
“No matter what happened – my ex-boss said – You must try Deep-Dish Pizza!”.
Sampai sekarang, rasa roti –entah namanya apa – dicelup di Saus Keju yang kental dibumbui dengan berbagai rempah itu masih terngiang-ngiang di lidah.
Pizzanya sendiri kulitnya tebel banget (makanya namanya Deep-Dish), tapi rasanya renyah & topingnya….. Yummy!!!!
(pssttt… ternyata, setelah baca2 webnya, Pizzeria ini didirikan oleh 2 orang sopir taxi yang bete & frustasi karena terjebak traffic jam!!!!! Kalau orang2 Jakarta pada baca www.ginoseast.com ini, bisa2 sepanjang jalan Sudirman sampai Muncul, Serpong bisa ditemukan beberapa Pizzeria :-))
ROUND THE WORLD IN 20 DAYS
NOVEMBER 2007
Star Alliance Round the World Fare
More than 18,100 daily flights. 975 airport destinations. 162 countries. One Round the World Fare.
While other people plan holidays, do you plan adventures? Is lying on a beach only part of the experience – along with sampling a mix of fascinating cultures, adrenaline-fuelled activities and other once-in-a-lifetime opportunities?
Whatever you dream of doing, and wherever you dream of going, the Star Alliance™ Round the World Fare is your ticket to the world. Whether you want to explore the ancient ruins of South America or the pristine beaches of the South Pacific, wander through medieval European streets or simply escape to the last great wilderness, our fare can take you there.
Kayanya seru banget baca artikel di atas … apalagi sambil dreaming2 bisa menjelajahi dunia kaya Pierce Brosnan begitu… atau kaya Asterix n Obelix yang mengumpulkan berjenis-jenis makanan dari tiap negara…
Tapi ternyata, pengalaman pertamaku Round The World, tidak lain tidak bukan berhubungan dengan training dan meeting…. Yang menghasilkan penghematan buat perusahaan :-)
Ceritanya, trainingku kali ini diadakan di West Virginia, dilanjut visit ke Trumbull, Connecticut. Ga ada bayangan sama sekali, kunjungan ke 2 negara bagian ternyata tidak sesimpel itu, karena ga ada pesawat yang langsung dg jadwal yang bener2 ga asik & harga selangit. Akhirnya setelah duduk seharian disamping orang travelku, diitung-itung-itung, ternyata jatuhnya lebih murah pakai Round The World fare-nya Star Alliance. Cukup stay minimum 10 hari di negara terjauh, bisa milih sampai beberapa pesawatnya Star Alliance dengan 1 harga. Total pengeluaran di Business Class jauh lebih murah daripada Economy Class dg pesawat yg sama tp dibooking satu demi satu.
Persyaratannya mudah : berangkat melewati Samudra Atlantik dan pulang melewati Samudra Pasifik, atau sebaliknya.
Kenyataannya : pegel beratttttttt!!!!
Bayangkan :
Berangkat : Jakarta – Singapore – Tokyo – Chicago (total : 32 jam). Menginap semalam di Chicago. Dilanjut : Chicago – Atlanta – Lewisburg (total : 5 jam)
Training 5 hari. Lewisburg – Charlotte – New York. Dilanjut kereta 1 jam New York – Connecticut.
Pulang : Connecticut – New York – Frankfurt – Bangkok (total : udah ga bisa ngitung lagi)
Dari pesawat yang tidurnya bisa lurus, sampai pesawat baling-baling yang
muatannya cuma 20 orang – pakai Angin Cegar dari bolongan kecil di deket jendela – dan bisa liat pilot & copilotnya bercanda ria.
Sampai hotel, tepar 2 hari.
Untung meeting berikutnya di hari ketiga.
Semoga kali berikut ambil Round The World program, bisa dipakai untuk berjemur di Bora-Bora, mendaki Machu Pichu, naik onta mengunjungi King Tut, menggigil di puncak Matterhorn, naik balon udara di Turki, dan bermimpi indah di …… oh, ternyata memang baru bisa mimpi….:-)
Star Alliance Round the World Fare
More than 18,100 daily flights. 975 airport destinations. 162 countries. One Round the World Fare.While other people plan holidays, do you plan adventures? Is lying on a beach only part of the experience – along with sampling a mix of fascinating cultures, adrenaline-fuelled activities and other once-in-a-lifetime opportunities?
Whatever you dream of doing, and wherever you dream of going, the Star Alliance™ Round the World Fare is your ticket to the world. Whether you want to explore the ancient ruins of South America or the pristine beaches of the South Pacific, wander through medieval European streets or simply escape to the last great wilderness, our fare can take you there.
Kayanya seru banget baca artikel di atas … apalagi sambil dreaming2 bisa menjelajahi dunia kaya Pierce Brosnan begitu… atau kaya Asterix n Obelix yang mengumpulkan berjenis-jenis makanan dari tiap negara…
Tapi ternyata, pengalaman pertamaku Round The World, tidak lain tidak bukan berhubungan dengan training dan meeting…. Yang menghasilkan penghematan buat perusahaan :-)
Ceritanya, trainingku kali ini diadakan di West Virginia, dilanjut visit ke Trumbull, Connecticut. Ga ada bayangan sama sekali, kunjungan ke 2 negara bagian ternyata tidak sesimpel itu, karena ga ada pesawat yang langsung dg jadwal yang bener2 ga asik & harga selangit. Akhirnya setelah duduk seharian disamping orang travelku, diitung-itung-itung, ternyata jatuhnya lebih murah pakai Round The World fare-nya Star Alliance. Cukup stay minimum 10 hari di negara terjauh, bisa milih sampai beberapa pesawatnya Star Alliance dengan 1 harga. Total pengeluaran di Business Class jauh lebih murah daripada Economy Class dg pesawat yg sama tp dibooking satu demi satu.
Persyaratannya mudah : berangkat melewati Samudra Atlantik dan pulang melewati Samudra Pasifik, atau sebaliknya.
Kenyataannya : pegel beratttttttt!!!!
Bayangkan :
Berangkat : Jakarta – Singapore – Tokyo – Chicago (total : 32 jam). Menginap semalam di Chicago. Dilanjut : Chicago – Atlanta – Lewisburg (total : 5 jam)
Training 5 hari. Lewisburg – Charlotte – New York. Dilanjut kereta 1 jam New York – Connecticut.
Pulang : Connecticut – New York – Frankfurt – Bangkok (total : udah ga bisa ngitung lagi)
Dari pesawat yang tidurnya bisa lurus, sampai pesawat baling-baling yang
Sampai hotel, tepar 2 hari.
Untung meeting berikutnya di hari ketiga.
Semoga kali berikut ambil Round The World program, bisa dipakai untuk berjemur di Bora-Bora, mendaki Machu Pichu, naik onta mengunjungi King Tut, menggigil di puncak Matterhorn, naik balon udara di Turki, dan bermimpi indah di …… oh, ternyata memang baru bisa mimpi….:-)
Friday, July 18, 2008
Oct, 2007LEBARAN DENGAN GEISHA ???
Meeting kali ini jadwalnya hepi, karena nyambung Lebaran.
Lebih hepi lagi karena bisa jalan bareng suami tercinta menjelajah negeri Sakura.
Setelah begitu seringnya ninggalin dan ditinggalin suami, rasanya saat itu ketiban durian runtuh bisa punya waktu buat jalan2 berduaan.
Ditambah pula, milleageku cukup buat dapet tiket Spore – Jepang pp. Malahan mestinya cukup juga buat tiket Jakarta – Jepang pp (milleage yg diperluin sama aja), tapi berhubung pas peak season, tiket Jakarta – Sporenya fully booked. Tapi lumayan buanget tooo, tinggal cari tiket Jakarta-Spore. Malahan bisa lewat Batam pula, jadi fiskalnya bisa lebih murah lagi. Hepi kaaann? :-).
Walau sempet deg2an karena visa sudah di tangan tapi tiket Jakarta – Tokyo nya masih waiting list, malah jadi keberuntungan, karena dengan milleage yang sama, Daru bisa ubah flightnya jadi Jakarta – Kyoto dan pulang dari Tokyo. Jadi kita malah punya kesempatan untuk mengunjungi Kyoto - yang kata temen lebih cantik dari Tokyo. Tiket buat Daru udah oke, tinggal cari2 tiket buat aku pp dari Tokyo ke Kyoto deh, karena sebelumnya aku meeting dulu di Tokyo.
Setelah browsing2 dan itung2, ternyata kali ini lebih murah ambil Shinkansen Tour dari Sunrise (www.japanican.com) : Free Plan Kyoto 3 days by Hikari Super Express Early Rise Type A, udah termasuk tiket Shinkansen Hikari Tokyo – Kyoto pp plus nginep di Karasuma Hotel Kyoto 2 malam. Lebih murah dibanding beli tiket & hotel sendiri2, bahkan lebih murah dibanding kalau pakai hostel2 backpacker. (sstttt, sebenernya kalo mau lebih murah lagi, bisa sih pakai kereta biasa – tapi 7 jam lebih lama dibanding Shinkansen dan perlu beberapa kali pindah kereta).
Berhubung kita pulangnya dari Tokyo, mesti booking hotel di Tokyo juga 1 malam.
Beda dengan tahun sebelumnya, ternyata kalau berdua, lebih murah nyewa hotel dibanding dengan hostel backpacker yang untuk sekamar berdua. Tapi mesti rajin buka semua web untuk mbandingin mana yang paling murah loo… Dan setelah banding2, kali ini hotel yg paling decent, tinggal jalan kaki dari subway & dg harga murah ditawarkan oleh Rakuten travel : Hotel Mercury, Asakusabashi, Tokyo.
All set, ready to go! Japan…. We’re coming!
DAY 1 : DEG-DEGAN
Gimana ga deg2an? Aku belum pernah ke Kyoto. Daru belum pernah ke Jepang. Tapi kita janjian di Kyoto. Jelas ga sama dibanding kalo kita mau janjian ketemu di Senayan City. Sejak telpon n smsan ama Daru sebelum dia naik pesawat dan selama 2.5 jam di kereta, aku deg2an : Daru bisa nemu bis dari Osaka airport ke Kyoto ga ya? Hotelnya susah dicari ga ya? Yang penting lagi : hari ini bisa ketemu ga ya? Gelisah rasanya....
Meski begitu, perjalanan dari Tokyo – Kyoto cukup menyenangkan. Keretanya cantik, mulus, cepet, pemandangan kanan kiri indah, apalagi ditambah dg harap2 bisa ngelihat gunung Fuji di pertengahan jalan – bahkan dibelain berdiri di pertengahan gerbong demi mengintip dari jendela kanan (aku dapet tempat di sebelah kiri) pas2 mendekati daerah –yang kata kondekturnya- bisa lihat gunung Fuji kalo cuacanya cerah. Ga berapa lama, wah... itu ada gunung – puncaknya ga keliatan sih – tapi kalo dari waktunya sih mestinya ya itu ya ... (saking tepat waktunya, kondekturnya bisa tau kira2 berapa menit dari Tokyo kita bisa lihat gunung itu) Langsung deh...jepret ... jepret ... jepret.... Ga berapa lama kondekturnya lewat & aku tanya „itu gunung Fuji bukan?“ Oo, ternyata bukaaaaaannnnnnnn....!!! Hiks!! Dia nunjukin tempat dimana seharusnya aku bisa ngelihat gunung Fuji, tapi yang kelihatan cuma awan putihnya sajaaaaaa..... ternyata cuaca hari itu tidak cukup cerah untuk bisa ngeliat gunung Fuji. Akhirnya aku kembali ke tempat dudukku & kembali cemas : bisa ketemu Daru ga ya???
Ternyata pilihanku tidak salah. Hotelnya ga susah dicari. Aku tinggal naik subway dari Kyoto Stasiun, turun di … (lupa :-)), n tinggal jalan kaki 5 menit. Di depan hotel, ada Starbuck yg gede. Tapi Daru belum keliatan juga. Cemaaaassss….
Setelah 1 jam kemudian, ada pria ganteng, tinggi, gelap masuk ke hotel. Waaa, pasti dia! Ga mungkin orang jepang kan? :-). Hepiiiii deh, akhirnya bisa ketemuan!
DAY 1 : JALAN DIKIT AAAH… (KINKAKU-JI, NIJO CASTLE, GION)
Ga mau buang waktu, abis mandi2 di hotel – jam 1 an kita makan sandwich di Starbuck, trus mulai menjelajah. Setelah tanya2 resepsionis, ternyata lebih enak jalan2 pakai bis keliling kota dibanding naik subway. Gampang dapetnya, ga usah jalan jauh keluar masuk stasiun, lebih murah, dan bisa puas liat-liat keadaan kota – sambil nentuin tempat mana aja yang perlu dikunjungi. Apalagi kalo beli daily ticket, cukup 500 Yen bisa untuk naik turun bis seharian sepuas2nya (1 way tiket 120 Yen).
Pertama kali yang kita kunjungi :
KINKAKU-JI (GOLDEN PAVILLION)
Tempatnya sekitar 30 menit naik bus dari hotel. Enaknya di Kyoto, jalan2nya ga membosankan karena banyak temple2 cantik yang dilewati, termasuk Nijo Castle yg masuk dalam wish list kita. Kinkaku-Ji ini adalah the MOST FAMOUS temple di Kyoto. Taman Jepangnya cantik2, apalagi ditambah dengan Golden Pavillion yang berdiri megah dikelilingi danau.
NIJO CASTLE
Letaknya di tengah2 antara hotel & Kinkaku-ji, cukup 15 menit naik bus dari hotel. NIJO-JO atau Nijo Castle ini dibangun sekitar th 1603 buat official Kyoto residence-nya Shogun Tokugawa I, Ieyasu. Meski towernya pernah tersambar petir & runtuh dan Honmaru palacenya pernah terbakar, setelah restorasi, castle ini didonasikan untuk City of Kyoto th 1939 & terbuka untuk publik. Istana indah ini dinyatakan sebagai UNESCO World Heritage Site th 1994. Yang menarik, lantai di Ninomaru Palace-nya didesain sedemikian rupa sehingga sepelan apapun kita jalan, udah jingkat2 berlagak kaya ninja-pun, lantainya bunyi „Kriyet...Kriyet...“.
GION :
Daerah Gion ini terkenal dg Geisha-nya. Di jalan besarnya banyak toko2 & pas di pertigaan Gion, ada temple yang bagus. Sayang gerbangnya lagi direnov. Soalnya di potonya keliatan megah n cantik sekalii… Di salah satu gang, ada daerah rumah2 tua tempat2 tea house seperti di Memoirs of Geisha. Sayang, aku ga nemu area tea house yang dipakai shooting film itu & ga ketemu barang 1 geishapun di jalan. Padahal sudah berharaaaappppp….. :-).
DAY 2 : DORA (DarOe - RAney) THE EXPLORER
Udah jauh2 sampai di Negara orang, tentu saja sayang kalo waktunya dipakai molor kaan... Jadi pagi2 itu kita udah ciao naik bis ke Kyoto Stasiun. Loh, udah mo balik? Bukaaaannn... tapi mo beli tiket Shinkansen yg ke Tokyo buat Daru. Untung di sana bukan peak season, jadi bisa dapet yg sebelahan ama punyaku. Ga lucu kan kalo berangkat sendiri2, ke Tokyonya pun sendiri2…hehe…
Hari ini kita udah bikin acara : SANJUSANGENDO, KYOTO NATIONAL MUSEUM, KYOMIZUDERA, GINKAKU-JI, KYOTO IMPERIAL PALACE. Waaaa… serunyaaaaa…. Mari ikuti petualangan kita :
Ternyata pilihanku tidak salah. Hotelnya ga susah dicari. Aku tinggal naik subway dari Kyoto Stasiun, turun di … (lupa :-)), n tinggal jalan kaki 5 menit. Di depan hotel, ada Starbuck yg gede. Tapi Daru belum keliatan juga. Cemaaaassss….
Setelah 1 jam kemudian, ada pria ganteng, tinggi, gelap masuk ke hotel. Waaa, pasti dia! Ga mungkin orang jepang kan? :-). Hepiiiii deh, akhirnya bisa ketemuan!
DAY 1 : JALAN DIKIT AAAH… (KINKAKU-JI, NIJO CASTLE, GION)
Ga mau buang waktu, abis mandi2 di hotel – jam 1 an kita makan sandwich di Starbuck, trus mulai menjelajah. Setelah tanya2 resepsionis, ternyata lebih enak jalan2 pakai bis keliling kota dibanding naik subway. Gampang dapetnya, ga usah jalan jauh keluar masuk stasiun, lebih murah, dan bisa puas liat-liat keadaan kota – sambil nentuin tempat mana aja yang perlu dikunjungi. Apalagi kalo beli daily ticket, cukup 500 Yen bisa untuk naik turun bis seharian sepuas2nya (1 way tiket 120 Yen).
Pertama kali yang kita kunjungi :
KINKAKU-JI (GOLDEN PAVILLION)Tempatnya sekitar 30 menit naik bus dari hotel. Enaknya di Kyoto, jalan2nya ga membosankan karena banyak temple2 cantik yang dilewati, termasuk Nijo Castle yg masuk dalam wish list kita. Kinkaku-Ji ini adalah the MOST FAMOUS temple di Kyoto. Taman Jepangnya cantik2, apalagi ditambah dengan Golden Pavillion yang berdiri megah dikelilingi danau.
NIJO CASTLELetaknya di tengah2 antara hotel & Kinkaku-ji, cukup 15 menit naik bus dari hotel. NIJO-JO atau Nijo Castle ini dibangun sekitar th 1603 buat official Kyoto residence-nya Shogun Tokugawa I, Ieyasu. Meski towernya pernah tersambar petir & runtuh dan Honmaru palacenya pernah terbakar, setelah restorasi, castle ini didonasikan untuk City of Kyoto th 1939 & terbuka untuk publik. Istana indah ini dinyatakan sebagai UNESCO World Heritage Site th 1994. Yang menarik, lantai di Ninomaru Palace-nya didesain sedemikian rupa sehingga sepelan apapun kita jalan, udah jingkat2 berlagak kaya ninja-pun, lantainya bunyi „Kriyet...Kriyet...“.
GION :Daerah Gion ini terkenal dg Geisha-nya. Di jalan besarnya banyak toko2 & pas di pertigaan Gion, ada temple yang bagus. Sayang gerbangnya lagi direnov. Soalnya di potonya keliatan megah n cantik sekalii… Di salah satu gang, ada daerah rumah2 tua tempat2 tea house seperti di Memoirs of Geisha. Sayang, aku ga nemu area tea house yang dipakai shooting film itu & ga ketemu barang 1 geishapun di jalan. Padahal sudah berharaaaappppp….. :-).
DAY 2 : DORA (DarOe - RAney) THE EXPLORER
Udah jauh2 sampai di Negara orang, tentu saja sayang kalo waktunya dipakai molor kaan... Jadi pagi2 itu kita udah ciao naik bis ke Kyoto Stasiun. Loh, udah mo balik? Bukaaaannn... tapi mo beli tiket Shinkansen yg ke Tokyo buat Daru. Untung di sana bukan peak season, jadi bisa dapet yg sebelahan ama punyaku. Ga lucu kan kalo berangkat sendiri2, ke Tokyonya pun sendiri2…hehe…
Hari ini kita udah bikin acara : SANJUSANGENDO, KYOTO NATIONAL MUSEUM, KYOMIZUDERA, GINKAKU-JI, KYOTO IMPERIAL PALACE. Waaaa… serunyaaaaa…. Mari ikuti petualangan kita :
SANJUSANGENDO (Rengeo-in Temple)Aku bener2 tertarik untuk ke tempat ini karena pengen liat 1001 Patung2 Budha yang bersepuh emas seperti di internet2 itu. Keren banget kayanya, mengingatkan Teracotta Warriors di Xian (-ini impian kedua yg belum jadi kenyataan-). Dan memang, di sebuah Japanesse Temple dari kayu yang panjaaaaaaannng banget itu, hampir dari ujung ke ujung ruangannya penuh dengan barisan 1001 Patung2 Budha Emas itu dengan 1 patung Budha besar di tengah2nya. Patung2 Budhanya keren banget dg tangannya yg banyak spt Ganesha itu ditambah dg lingkaran sinar bersepuh emas … berderet2… Patung itu dibuat dr kayu cypress, 124 buah di abad XII & sisanya 876 buah di abad XIII. Selain itu juga ada patung The Thunder God & The Wind God yang walo agak2 nyeremin tampangnya, tapi kelihatan Powerful! Temple ini juga jadi ajang lomba panah dari jaman dahulu. Dan serunya, yang ikut panahan itu gadis2 yang cantik jelita. Ga heran kan, kalo sasaran panahnya 120 m, temple ini harus sering direnovasi karena tiang2nya banyak yang bolong2 sama panah nyasar! Hehehe…
KYOTO NATIONAL MUSEUMSepintas bangunannya kaya gabungan Pantheon ama Musee D’Orsay. Tamannya luas dg air pancur besar di tengah2, dan museumnya sendiri sarat dg barang2 prasejarah & sejarah Jepang. Serunya, hari itu pas ada pameran “Noh Theatre/Kabuki”, jadi asik banget liat Topeng2 n kostum2 yg dipakai di Kabuki2 itu…. Sayang, budget masih belum cukup buat nonton Theatre benerannya…ihik.
KYOMIZUDERAWaktu di pesawat menuju Tokyo, aku duduk di sebelah lawyer muda asal Atlanta (n ngganteng pula…:-)) yang ditugasin utk kerja di Tokyo 3 tahunan. Ga kaya lawyer2 di Ally McBeal yg serius2, John ini gayanya cuek banget dg sandal jepit & celana pendeknya yg membuat aku tersadar kalo aku bakalan salah kostum di Tokyo (karena aku bawa coat panjang untuk Winter sodara2! ) Nah, si John ini gaya ceritanya asik banget & dia banyak kasi tips2 tempat2 mana aja yang mesti dikunjungi, baik di Kyoto maupun di
Tokyo. Beda dg di internet2 yg memberi kesan Kinkaku-ji itu yg paling keren di Kyoto, dia bilang Kyomizudera jauh lebih OK, jauh lebih keren & banyak yg bisa dilihat. Untuk itulah, akhirnya aku n Daru mutusin untuk kasi waktu agak lamaan di tempat ini. Dan benar sodara2, walopun kaki lumayan pegel karena kita musti nanjak beberapa ratus meter dari jalan utama ke Temple itu, hati riang gembira krn banyak toko souvenir lucu2 di sepanjang jalan (waaaaaaa…. Jiwa Sophaholic-ku mulai meronta-ronta melihat Boneka2 washi yang cantik2, bakiak2 lucu, kimono, kipas, samurai, kaos2, Boneka2 lagi…. huaaaaaa…. lutunaaa!). Selain itu, ada Bapao bak yang hangat2 yummy!!! Asyik kaaan… Sampai di gerbang merahnya kita udah mulai terpana…. Cantiiiiiikkkkk!!!!! Pegunungan2 hijau, Tower & temple merah, dan makin naik, mulailah kelihatan bangunan utama yg dari kayu itu terpancang megah beratus meter di atas sebuah bukit. Speechless!!!Puas menikmati kota Kyoto dari ketinggian, semangkuk ramen sudah menunggu untuk menghangatkan perut yang mulai kukuruyuk ini, dan memberi semangat baru untuk BELANJA!!!! Boneka2 cantik, I’m comiiiinnnnnggggg!!!!!
GINKAKU-JI (Silver Pavillion)Tempat ini “kembaran”nya Kinkaku-Ji yang kita sambangi di hari sebelumnya. Jadi tidak boleh dilewatkan. Tapi temans, kalau satu masa nanti kalian mau ke Kyoto, harap diingat, jangan menggabungkan Kyomizudera dg Ginkaku-Ji di satu hari. Apalagi setelah “naik-naik ke Puncak Kyomizu”, disambung blanja-blanji, kita langsung ke Ginkaku-Ji. Rontok!!! Walo begitu, tetap SEMANGAT!!! Apalagi karena di sepanjang jalan banyak “pajangan” yang menggoda hati juga… hehehe.. Dasar Shopaholic! (Daru udah ngelus2 dada aja…ngeliat mata istrinya yg berbinar-binar melihat semua pernik unik yang imut2 itu) Beda dg Kinkaku-ji, Ginkaku-ji ini dikelilingi oleh danau pasir, yang ditata cantik sekali dg “Gunung Pasir Fuji” di salah satu pojoknya. Ga kebayang gimana mempertahankan bentuknya … apa disisir tiap hari ya? Gimana kalo hujan ya? Gunungnya jadi berkawah2 ga ya? Huah… ko malah pusing. Mendingan “hiking” lagi ke atas & menikmati pemandangan Temple ini dari atas bukit. Cantiknyaaaaaa…….
KYOTO IMPERIAL PALACEMaksud hati mau menghemat kaki, tapi apa daya malah NYASAR!!! Gara2 rada sok tau naik bisnya n turun haltenya, ternyata jalan yg kita pilih menuju Kyoto Imperial Palace itu serasa ga ada ujungnya. Waduh!!! Ko di peta kayanya deket yaaaa???? Setelah hampir2 putus asa, mulailah tampak salah satu ujung tembok pagar istananya. Jadi semangat deh... Tapiii....ternyata... istananya itu... Luaaaaaasssssss bangeeeeettttt..... Haiyaaaaa... pegeeeeellll.... Jalanannya yang berpasir membuat kaki susah banget buat diseret. Tapi taman2nya menggoda hati untuk hanya sekedar menggelar koran n piknik di bawah kerindangan pohon2 itu. Akhirnya sampai jugalah kita di Bangku Terdekat, untuk selonjoran kaki & menikmati Pintu Gerbang yang Saking Tertutupnya, kita ga punya bayangan bentuk Istananya itu kaya apa! Hehehe... emang musti bikin appointment sih, kalo mau masuk. Nasib...
Mc Donald
Huah… kaki pegal, badan kedinginan, perut lapar, memang cocoknya disumpal dengan segenggam kentang goreng dan burger. Dan menyeruput cola sambil ongkang-ongkang kaki. Sebelum menyiapkan diri untuk jalan (Lagiii!!! L) dan mencegat bis untuk kembali ke hotel. Tapiii…meskipun cape, kaki pegal, hati kita riang gembira dengan petualangan kita hari ini. Seru!!! Dan diam2 Daru pun bertanya “ Yang, sedia Fatigon Spirit ga?” hehehe….
Subscribe to:
Posts (Atom)

