Showing posts with label Japan. Show all posts
Showing posts with label Japan. Show all posts

Friday, June 16, 2006

Heavenly Peace

It was a chilly morning.
I walked along the street and take my time to enjoy the morning activities surround me... students in hurry on their bikes, people enjoying their burgers & coffee, some get ready to open their stores, some might still asleep on their bed.
Though it's drizzle, I'm no hurry to open my umbrella. The pure air absorbed into my lung, leaving a cool feeling inside.
After 30 minutes walking, I found a beautiful shrine stand across the street. I walked through it's gate then walked up through the stairs to find the main building. There's not so many people come for pray... but it's silence, it's serenity gave me a new meaning of...p-e-a-c-e.









Made in Indonesia???

Waktu masuk ke Chisun hotel di Utsunomiya aku langsung heran melihat benda aneh ini nangkring di dalam kamarku. Kaya meja setrikaan, ko ga nemu setrikanya yaa??? Udah ngintip2 di lemari, laci2, tetep aja ga ketemu strika-nya. Hampir aja nelpon ke room service, ketika mataku melihat ada kabel terjulur dari meja itu.
Iseng-iseng lah kucoba.... oooo, ternyata itulah setrikanya. Tepatnya pressing pants. Cuma ga hanya celana panjang, kauspun bisa juga. Tinggal dilipat, ditaro pelan2, dijepit, colokin kabelnya. 10 menit kemudian, licin deh.
Lalu, penasaran dong, ini bikinan mana sih? Jepun emang suka aneh2 kan ya?
Eeee... ternyata... made in Indonesia!!! weleh...weleh...

McD pilihanku

Thanks God, Mc D is everywhere!
Inilah pilihan jajanan murah meriah kalo pergi kemana-mana.
Baik di Paris, Luxembourg, Bergamo, Italy, Utsunomiya... aku pasti nangkring di Mc D. Cukup 1 euro ato 200 yen, perut kenyang, hati senang... :-)

Lesehan


Makan bento, ato tempura, ato sashimi paling enak sambil lesehan.
Dan jangan kaget kalo ngga nemu sendok, soalnya makan sup pun ga perlu disendok.
Cukup disruput dari mangkuknya. Makin kenceng suaranya, pertanda makin menghargai rasa makanannya. Srupuuuutttttt.....

Thursday, June 15, 2006

Gyoza - Utsunomiya


Utsunomiya is a small town in Japan. 2 hours by train from Tokyo.
My friend, Tamiko, said that Utsunomiya is famous with its gyoza.
It's actually Chinese dumpling, made from minced pork, finely chopped Chinese cabbage, leek, and garlic, then mixed and wrapped on a soft, thin round shell made from flour and water.
It can be grilled, boiled, or fried.
So... that night, I walked down from my hotel to this gyoza restaurant nearby. I ordered 1 small portion of grilled gyoza & ramen). It's very tasty ... more delicious than dumpling in MTA. (ato karena lapar yaa??? hehe...)
(Gyoza 1 porsi 380 Y/ 6 biji, mie 500 Y)
Anyway, the recommended one is actually Minmin gyoza. You can find it near JR Utsunomiya Station. Too bad I didn't have time to try it.

Psstt... tau ga? Saking terkenalnya gyoza di Utsunomiya, sampe ada patung gyoza di deket East main entrance JR Station Utsunomiya. Ck ck ck...

Ada Liberty statue di Tokyo?



Malam itu aku & Putri ke Odaiba.
Hanya untuk foto2 & tercengang karena ada Patung Liberty disana.
Even orang Jepang-nya pun ga tau apa maksudnya... hehe...
(foto : Liberty, Rainbow Bridge, & Tokyo Tower - yg Orange)

psst : Odaiba tu katanya terkenal sbg tempat kencan-nya para lovers. Udah deket pelabuhan, makanya anginnya kenceng banget & dinginnya luar biasa. Tapi ajaibnya, jam 9 malem masih aja ada yang naik perahu ayun *lupa namanya* yg kaya di Dufan itu. Buset... apa ga takut kelempar yak?

Odaiba, 6 Mei 2006

Sophaholic in Tokyo

Ga diduga, ga dinyana... jiwa sophaholic-ku keluar lagi waktu jalan2 ke Jepang.
Orang2 yg udah pernah kesana pada bilang, wah di sana mahal2. Ga kebeli deh.
Jadi bayanganku kaya di Paris gitu.
Ternyata, tak seburuk dugaanku. Malah, bisa dapet yang lebih murah juga dibanding di Indo.
Mau tau apa aja?

1. 100 Yen Shop
Toko ini tersebar dimana2. Ada yg kecil, ada yg besar. Salah satu yang menurutku besar banget adalah Daiso di Takeshita Street, Harajuku. Deket ama McD yg di poto itu. Wah, bisa "kalap" deh! Semua ada! Dari perlengkapan makan, mandi, stationery, mainan2 lucu, souvenir2 kecil khas Jepang, semua ada! Sampai dasi, kaos kaki, swempak pun ada. Murah lagi! Cukup 8500 perak. Meski sebagian besar made in China, tapi kualitasnya jauh lah dibanding Valu$. Hehe...
(eh, btw di Mal Artha Gading juga ada Daiso - yg pelayannya teriak2 itu ... tp di sana serba 17.000)


2. Oriental Bazaar, Harajuku
Kalo mau beli segala souvenir khas Jepang, tempat ini yg paling recommended.
Dari gantungan kunci, dompet, boneka, kerajinan washi, kaos, topi, sampai yukata, kimono, obi, n sandal jepang juga ada. Dan harganya oke banget.

Ancer-ancer :
5-9-13 Jingumae, Omotesando Dori, Harajuku
(antara Omotesando & Harajuku Station, Samping International Church)
open til 7 pm, closed on thursday

Jadi, kalo cuma punya waktu singkat di Tokyo & pengen dapet souvenir, langsung aja ke Harajuku! Shopping di Oriental Bazaar & Daiso, trus makan sushi 100 yen.

3. Nakamise Street, Asakusa

Asakusa adalah old distrik-nya Tokyo. Salah satu tempat yang wajib dikunjungi, apalagi kalo pas musim Sakura (cherry blossom). Sayangnya, pas aku dateng, sakuranya udah gugur semua.
Di sepanjang jalan Nakamise, dari Kaminarimon Gate yg ada Lampion merah sampai Sensoji Temple, penuh dengan toko2 souvenir khas Jepang, termasuk cemilan2 Jepang yg asik2.
Pilihannya banyak banget, mirip di Oriental Bazaar, tp walaupun harganya sedikit lebih mahal dibanding Oriental Bazaar, pilihan gantungan kunci & HP -nya lebih banyak di sini.
Cuma perlu diingat, toko2nya jam 6 malem udah pada tutup.

4. Narita Airport
Kalo masih punya recehan & ga sempet beli souvenir, jangan takut. Bisa menghabiskan di toko souvenir yg ada di Airport. Pilihannya lumayan banyak n harganya ga jauh beda dengan di Asakusa. Kalo di Terminal 1 ada Oriental Bazaar. Kalo di Terminal 2, setauku, di toko yg setelah kita boarding sedikit lebih murah di banding yg di deket2 tempat check in. Salah satunya di Empire, Duty Free shop.

Sushi Mubeng

Sebagai penggemar berat sushi, tentu saja musti nyoba rasa asli dari negara asalnya.
Kalo yang oke memang harganya pasti mahal banget. Tapi berhubung aku pun ga bisa bedain yang top banget ama yang oke, dipilihlah yang harganya terjangkau.
Untunglah ada Putri (adenya Mico), jadi bisa nunjukin tempat yg asik punya :

1. Asakusa, deket Nakamise street

Tempatnya asik banget. Kokinya berdiri di tengah2, nyiapin sushi & naro di piring2 yg muter.
Trus, kita duduk mengelilingi koki itu. Sushinya muter... beda warna piring, beda harga. Yang paling murah sekitar 130 Yen (1 Yen = Rp 78) / piring. Satu piring bisa isi 1, 2, 3, ato 4.
Kita tinggal ambil piringnya (kalo udah ambil, jangan dibalikin lagi ya). Ocha (green tea) -nya free. N isi sushinya macem2 : teri (yg lagi mo dimakan Putri), telor ikan, sake, maguro, ebi, etc. Rasanya .... Yum!!! (ga kalah lah ama Sushi groove)

2. Harajuku

Yang ini lebih asik lagi. Tempatnya lebih gede dari yg Asakusa & dapurnya misah. Sushinya semua 100 yen (plus tax 105 yen)/piring, n macemnya lebih banyak lagi dibanding yg di Asakusa. Isinya ga hanya ikan & seafood, tp ada juga babi goreng tepung! Ajaib, tp rasanya uenak tenan. Selain sushi, ada juga desert kaya buah ato puding, cuma harganya lebih mahal dibanding sushinya. Ochanya juga gratis & yang paling aku demen adalah manisan jahenya. Ga kaya manisan jahe pink yg rasanya kecut banget, tp manisan ini warnanya putih & kecut manisnya pas. Aku sampe beli manisannya aja buat dicemil.

Ancer-ancer :
Kakiya Sushi
Jingumae 1-14-27 (across Harajuku St.)
Open 11 am - 10.30 pm. Hari Minggu buka.

Pembawa Ransel (2)


Setelah pengalaman di Italy, jadi lebih PeDe nge-back packer.
Jadilah, waktu terakhir ditugasin ke Jepang n terpaksa extend pas week end, nyari lagi youth hostel yg murah meriah.
Sempet keder juga, soalnya denger2 di Jepang lebih parah dari Bangkok.
Ga pada mau pake bhs Inggris & tulisannya Kanji semua.
Untunglah web-nya Narita oke banget, plus foto2, jadi bisa sedikit ngebayangin gimana cara nyampe hotelku itu. (www.narita-airport.jp/en/)

Dari searching hostel.net, aku dapet hostel di Ueno :
Oak Hotel6-1-2, HigashiuenoTaito-kuTokyo
p. +81 3 5828 0551
(rate 1890 Yen ato sekitar 17 US; female dorm, sekamar ber-4)

Dari Narita, naik kereta Keisei line (1000 Yen) sampai Ueno. Lalu jalan kaki sekitar 15 - 20 menit ke hotel. Sedikit rada susah dicari, tapi berkat bagian Informasi di Stasiun Ueno, dapet peta yg lumayan oke.
Hotelnya lumayan, segala2 mungil, internet gratis, tapi sayang ga ada locker yg bisa dikunci.
Tapi untungnya sih aman & yg jaga bhs Inggrisnya oke.