Showing posts with label Mlaku-mlaku. Show all posts
Showing posts with label Mlaku-mlaku. Show all posts

Wednesday, July 23, 2008

ROUND THE WORLD IN 20 DAYS

NOVEMBER 2007

Star Alliance Round the World Fare

More than 18,100 daily flights. 975 airport destinations. 162 countries. One Round the World Fare.
While other people plan holidays, do you plan adventures? Is lying on a beach only part of the experience – along with sampling a mix of fascinating cultures, adrenaline-fuelled activities and other once-in-a-lifetime opportunities?

Whatever you dream of doing, and wherever you dream of going, the Star Alliance™ Round the World Fare is your ticket to the world. Whether you want to explore the ancient ruins of South America or the pristine beaches of the South Pacific, wander through medieval European streets or simply escape to the last great wilderness, our fare can take you there.


Kayanya seru banget baca artikel di atas … apalagi sambil dreaming2 bisa menjelajahi dunia kaya Pierce Brosnan begitu… atau kaya Asterix n Obelix yang mengumpulkan berjenis-jenis makanan dari tiap negara…
Tapi ternyata, pengalaman pertamaku Round The World, tidak lain tidak bukan berhubungan dengan training dan meeting…. Yang menghasilkan penghematan buat perusahaan :-)

Ceritanya, trainingku kali ini diadakan di West Virginia, dilanjut visit ke Trumbull, Connecticut. Ga ada bayangan sama sekali, kunjungan ke 2 negara bagian ternyata tidak sesimpel itu, karena ga ada pesawat yang langsung dg jadwal yang bener2 ga asik & harga selangit. Akhirnya setelah duduk seharian disamping orang travelku, diitung-itung-itung, ternyata jatuhnya lebih murah pakai Round The World fare-nya Star Alliance. Cukup stay minimum 10 hari di negara terjauh, bisa milih sampai beberapa pesawatnya Star Alliance dengan 1 harga. Total pengeluaran di Business Class jauh lebih murah daripada Economy Class dg pesawat yg sama tp dibooking satu demi satu.

Persyaratannya mudah : berangkat melewati Samudra Atlantik dan pulang melewati Samudra Pasifik, atau sebaliknya.

Kenyataannya : pegel beratttttttt!!!!

Bayangkan :
Berangkat : Jakarta – Singapore – Tokyo – Chicago (total : 32 jam). Menginap semalam di Chicago. Dilanjut : Chicago – Atlanta – Lewisburg (total : 5 jam)
Training 5 hari. Lewisburg – Charlotte – New York. Dilanjut kereta 1 jam New York – Connecticut.
Pulang : Connecticut – New York – Frankfurt – Bangkok (total : udah ga bisa ngitung lagi)

Dari pesawat yang tidurnya bisa lurus, sampai pesawat baling-baling yang muatannya cuma 20 orang – pakai Angin Cegar dari bolongan kecil di deket jendela – dan bisa liat pilot & copilotnya bercanda ria.

Sampai hotel, tepar 2 hari.

Untung meeting berikutnya di hari ketiga.

Semoga kali berikut ambil Round The World program, bisa dipakai untuk berjemur di Bora-Bora, mendaki Machu Pichu, naik onta mengunjungi King Tut, menggigil di puncak Matterhorn, naik balon udara di Turki, dan bermimpi indah di …… oh, ternyata memang baru bisa mimpi….:-)

Friday, July 18, 2008

Oct, 2007
LEBARAN DENGAN GEISHA ???

Meeting kali ini jadwalnya hepi, karena nyambung Lebaran.
Lebih hepi lagi karena bisa jalan bareng suami tercinta menjelajah negeri Sakura.
Setelah begitu seringnya ninggalin dan ditinggalin suami, rasanya saat itu ketiban durian runtuh bisa punya waktu buat jalan2 berduaan.
Ditambah pula, milleageku cukup buat dapet tiket Spore – Jepang pp. Malahan mestinya cukup juga buat tiket Jakarta – Jepang pp (milleage yg diperluin sama aja), tapi berhubung pas peak season, tiket Jakarta – Sporenya fully booked. Tapi lumayan buanget tooo, tinggal cari tiket Jakarta-Spore. Malahan bisa lewat Batam pula, jadi fiskalnya bisa lebih murah lagi. Hepi kaaann? :-).


Walau sempet deg2an karena visa sudah di tangan tapi tiket Jakarta – Tokyo nya masih waiting list, malah jadi keberuntungan, karena dengan milleage yang sama, Daru bisa ubah flightnya jadi Jakarta – Kyoto dan pulang dari Tokyo. Jadi kita malah punya kesempatan untuk mengunjungi Kyoto - yang kata temen lebih cantik dari Tokyo. Tiket buat Daru udah oke, tinggal cari2 tiket buat aku pp dari Tokyo ke Kyoto deh, karena sebelumnya aku meeting dulu di Tokyo.
Setelah browsing2 dan itung2, ternyata kali ini lebih murah ambil Shinkansen Tour dari Sunrise (
www.japanican.com) : Free Plan Kyoto 3 days by Hikari Super Express Early Rise Type A, udah termasuk tiket Shinkansen Hikari Tokyo – Kyoto pp plus nginep di Karasuma Hotel Kyoto 2 malam. Lebih murah dibanding beli tiket & hotel sendiri2, bahkan lebih murah dibanding kalau pakai hostel2 backpacker. (sstttt, sebenernya kalo mau lebih murah lagi, bisa sih pakai kereta biasa – tapi 7 jam lebih lama dibanding Shinkansen dan perlu beberapa kali pindah kereta).
Berhubung kita pulangnya dari Tokyo, mesti booking hotel di Tokyo juga 1 malam.
Beda dengan tahun sebelumnya, ternyata kalau berdua, lebih murah nyewa hotel dibanding dengan hostel backpacker yang untuk sekamar berdua. Tapi mesti rajin buka semua web untuk mbandingin mana yang paling murah loo… Dan setelah banding2, kali ini hotel yg paling decent, tinggal jalan kaki dari subway & dg harga murah ditawarkan oleh Rakuten travel : Hotel Mercury, Asakusabashi, Tokyo.
All set, ready to go! Japan…. We’re coming!

DAY 1 : DEG-DEGAN

Gimana ga deg2an? Aku belum pernah ke Kyoto. Daru belum pernah ke Jepang. Tapi kita janjian di Kyoto. Jelas ga sama dibanding kalo kita mau janjian ketemu di Senayan City. Sejak telpon n smsan ama Daru sebelum dia naik pesawat dan selama 2.5 jam di kereta, aku deg2an : Daru bisa nemu bis dari Osaka airport ke Kyoto ga ya? Hotelnya susah dicari ga ya? Yang penting lagi : hari ini bisa ketemu ga ya? Gelisah rasanya....


Meski begitu, perjalanan dari Tokyo – Kyoto cukup menyenangkan. Keretanya cantik, mulus, cepet, pemandangan kanan kiri indah, apalagi ditambah dg harap2 bisa ngelihat gunung Fuji di pertengahan jalan – bahkan dibelain berdiri di pertengahan gerbong demi mengintip dari jendela kanan (aku dapet tempat di sebelah kiri) pas2 mendekati daerah –yang kata kondekturnya- bisa lihat gunung Fuji kalo cuacanya cerah. Ga berapa lama, wah... itu ada gunung – puncaknya ga keliatan sih – tapi kalo dari waktunya sih mestinya ya itu ya ... (saking tepat waktunya, kondekturnya bisa tau kira2 berapa menit dari Tokyo kita bisa lihat gunung itu) Langsung deh...jepret ... jepret ... jepret.... Ga berapa lama kondekturnya lewat & aku tanya „itu gunung Fuji bukan?“










Oo, ternyata bukaaaaaannnnnnnn....!!! Hiks!! Dia nunjukin tempat dimana seharusnya aku bisa ngelihat gunung Fuji, tapi yang kelihatan cuma awan putihnya sajaaaaaa..... ternyata cuaca hari itu tidak cukup cerah untuk bisa ngeliat gunung Fuji. Akhirnya aku kembali ke tempat dudukku & kembali cemas : bisa ketemu Daru ga ya???

Ternyata pilihanku tidak salah. Hotelnya ga susah dicari. Aku tinggal naik subway dari Kyoto Stasiun, turun di … (lupa :-)), n tinggal jalan kaki 5 menit. Di depan hotel, ada Starbuck yg gede. Tapi Daru belum keliatan juga. Cemaaaassss….
Setelah 1 jam kemudian, ada pria ganteng, tinggi, gelap masuk ke hotel. Waaa, pasti dia! Ga mungkin orang jepang kan? :-). Hepiiiii deh, akhirnya bisa ketemuan!

DAY 1 : JALAN DIKIT AAAH… (KINKAKU-JI, NIJO CASTLE, GION)
Ga mau buang waktu, abis mandi2 di hotel – jam 1 an kita makan sandwich di Starbuck, trus mulai menjelajah. Setelah tanya2 resepsionis, ternyata lebih enak jalan2 pakai bis keliling kota dibanding naik subway. Gampang dapetnya, ga usah jalan jauh keluar masuk stasiun, lebih murah, dan bisa puas liat-liat keadaan kota – sambil nentuin tempat mana aja yang perlu dikunjungi. Apalagi kalo beli daily ticket, cukup 500 Yen bisa untuk naik turun bis seharian sepuas2nya (1 way tiket 120 Yen).

Pertama kali yang kita kunjungi :
KINKAKU-JI (GOLDEN PAVILLION)
Tempatnya sekitar 30 menit naik bus dari hotel. Enaknya di Kyoto, jalan2nya ga membosankan karena banyak temple2 cantik yang dilewati, termasuk Nijo Castle yg masuk dalam wish list kita. Kinkaku-Ji ini adalah the MOST FAMOUS temple di Kyoto. Taman Jepangnya cantik2, apalagi ditambah dengan Golden Pavillion yang berdiri megah dikelilingi danau.

NIJO CASTLE
Letaknya di tengah2 antara hotel & Kinkaku-ji, cukup 15 menit naik bus dari hotel. NIJO-JO atau Nijo Castle ini dibangun sekitar th 1603 buat official Kyoto residence-nya Shogun Tokugawa I, Ieyasu. Meski towernya pernah tersambar petir & runtuh dan Honmaru palacenya pernah terbakar, setelah restorasi, castle ini didonasikan untuk City of Kyoto th 1939 & terbuka untuk publik. Istana indah ini dinyatakan sebagai UNESCO World Heritage Site th 1994. Yang menarik, lantai di Ninomaru Palace-nya didesain sedemikian rupa sehingga sepelan apapun kita jalan, udah jingkat2 berlagak kaya ninja-pun, lantainya bunyi „Kriyet...Kriyet...“.

GION :
Daerah Gion ini terkenal dg Geisha-nya. Di jalan besarnya banyak toko2 & pas di pertigaan Gion, ada temple yang bagus. Sayang gerbangnya lagi direnov. Soalnya di potonya keliatan megah n cantik sekalii… Di salah satu gang, ada daerah rumah2 tua tempat2 tea house seperti di Memoirs of Geisha. Sayang, aku ga nemu area tea house yang dipakai shooting film itu & ga ketemu barang 1 geishapun di jalan. Padahal sudah berharaaaappppp….. :-).

DAY 2 : DORA (DarOe - RAney) THE EXPLORER

Udah jauh2 sampai di Negara orang, tentu saja sayang kalo waktunya dipakai molor kaan... Jadi pagi2 itu kita udah ciao naik bis ke Kyoto Stasiun. Loh, udah mo balik? Bukaaaannn... tapi mo beli tiket Shinkansen yg ke Tokyo buat Daru. Untung di sana bukan peak season, jadi bisa dapet yg sebelahan ama punyaku. Ga lucu kan kalo berangkat sendiri2, ke Tokyonya pun sendiri2…hehe…
Hari ini kita udah bikin acara : SANJUSANGENDO, KYOTO NATIONAL MUSEUM, KYOMIZUDERA, GINKAKU-JI, KYOTO IMPERIAL PALACE. Waaaa… serunyaaaaa…. Mari ikuti petualangan kita :

SANJUSANGENDO (Rengeo-in Temple)
Aku bener2 tertarik untuk ke tempat ini karena pengen liat 1001 Patung2 Budha yang bersepuh emas seperti di internet2 itu. Keren banget kayanya, mengingatkan Teracotta Warriors di Xian (-ini impian kedua yg belum jadi kenyataan-). Dan memang, di sebuah Japanesse Temple dari kayu yang panjaaaaaaannng banget itu, hampir dari ujung ke ujung ruangannya penuh dengan barisan 1001 Patung2 Budha Emas itu dengan 1 patung Budha besar di tengah2nya. Patung2 Budhanya keren banget dg tangannya yg banyak spt Ganesha itu ditambah dg lingkaran sinar bersepuh emas … berderet2… Patung itu dibuat dr kayu cypress, 124 buah di abad XII & sisanya 876 buah di abad XIII. Selain itu juga ada patung The Thunder God & The Wind God yang walo agak2 nyeremin tampangnya, tapi kelihatan Powerful! Temple ini juga jadi ajang lomba panah dari jaman dahulu. Dan serunya, yang ikut panahan itu gadis2 yang cantik jelita. Ga heran kan, kalo sasaran panahnya 120 m, temple ini harus sering direnovasi karena tiang2nya banyak yang bolong2 sama panah nyasar! Hehehe…

KYOTO NATIONAL MUSEUM
Sepintas bangunannya kaya gabungan Pantheon ama Musee D’Orsay. Tamannya luas dg air pancur besar di tengah2, dan museumnya sendiri sarat dg barang2 prasejarah & sejarah Jepang. Serunya, hari itu pas ada pameran “Noh Theatre/Kabuki”, jadi asik banget liat Topeng2 n kostum2 yg dipakai di Kabuki2 itu…. Sayang, budget masih belum cukup buat nonton Theatre benerannya…ihik.

KYOMIZUDERA
Waktu di pesawat menuju Tokyo, aku duduk di sebelah lawyer muda asal Atlanta (n ngganteng pula…:-)) yang ditugasin utk kerja di Tokyo 3 tahunan. Ga kaya lawyer2 di Ally McBeal yg serius2, John ini gayanya cuek banget dg sandal jepit & celana pendeknya yg membuat aku tersadar kalo aku bakalan salah kostum di Tokyo (karena aku bawa coat panjang untuk Winter sodara2! ) Nah, si John ini gaya ceritanya asik banget & dia banyak kasi tips2 tempat2 mana aja yang mesti dikunjungi, baik di Kyoto maupun di Tokyo. Beda dg di internet2 yg memberi kesan Kinkaku-ji itu yg paling keren di Kyoto, dia bilang Kyomizudera jauh lebih OK, jauh lebih keren & banyak yg bisa dilihat. Untuk itulah, akhirnya aku n Daru mutusin untuk kasi waktu agak lamaan di tempat ini. Dan benar sodara2, walopun kaki lumayan pegel karena kita musti nanjak beberapa ratus meter dari jalan utama ke Temple itu, hati riang gembira krn banyak toko souvenir lucu2 di sepanjang jalan (waaaaaaa…. Jiwa Sophaholic-ku mulai meronta-ronta melihat Boneka2 washi yang cantik2, bakiak2 lucu, kimono, kipas, samurai, kaos2, Boneka2 lagi…. huaaaaaa…. lutunaaa!). Selain itu, ada Bapao bak yang hangat2 yummy!!! Asyik kaaan… Sampai di gerbang merahnya kita udah mulai terpana…. Cantiiiiiikkkkk!!!!! Pegunungan2 hijau, Tower & temple merah, dan makin naik, mulailah kelihatan bangunan utama yg dari kayu itu terpancang megah beratus meter di atas sebuah bukit. Speechless!!!
Puas menikmati kota Kyoto dari ketinggian, semangkuk ramen sudah menunggu untuk menghangatkan perut yang mulai kukuruyuk ini, dan memberi semangat baru untuk BELANJA!!!! Boneka2 cantik, I’m comiiiinnnnnggggg!!!!!

GINKAKU-JI (Silver Pavillion)
Tempat ini “kembaran”nya Kinkaku-Ji yang kita sambangi di hari sebelumnya. Jadi tidak boleh dilewatkan. Tapi temans, kalau satu masa nanti kalian mau ke Kyoto, harap diingat, jangan menggabungkan Kyomizudera dg Ginkaku-Ji di satu hari. Apalagi setelah “naik-naik ke Puncak Kyomizu”, disambung blanja-blanji, kita langsung ke Ginkaku-Ji. Rontok!!! Walo begitu, tetap SEMANGAT!!! Apalagi karena di sepanjang jalan banyak “pajangan” yang menggoda hati juga… hehehe.. Dasar Shopaholic! (Daru udah ngelus2 dada aja…ngeliat mata istrinya yg berbinar-binar melihat semua pernik unik yang imut2 itu) Beda dg Kinkaku-ji, Ginkaku-ji ini dikelilingi oleh danau pasir, yang ditata cantik sekali dg “Gunung Pasir Fuji” di salah satu pojoknya. Ga kebayang gimana mempertahankan bentuknya … apa disisir tiap hari ya? Gimana kalo hujan ya? Gunungnya jadi berkawah2 ga ya? Huah… ko malah pusing. Mendingan “hiking” lagi ke atas & menikmati pemandangan Temple ini dari atas bukit. Cantiknyaaaaaa…….

KYOTO IMPERIAL PALACE
Maksud hati mau menghemat kaki, tapi apa daya malah NYASAR!!! Gara2 rada sok tau naik bisnya n turun haltenya, ternyata jalan yg kita pilih menuju Kyoto Imperial Palace itu serasa ga ada ujungnya. Waduh!!! Ko di peta kayanya deket yaaaa???? Setelah hampir2 putus asa, mulailah tampak salah satu ujung tembok pagar istananya. Jadi semangat deh... Tapiii....ternyata... istananya itu... Luaaaaaasssssss bangeeeeettttt..... Haiyaaaaa... pegeeeeellll.... Jalanannya yang berpasir membuat kaki susah banget buat diseret. Tapi taman2nya menggoda hati untuk hanya sekedar menggelar koran n piknik di bawah kerindangan pohon2 itu. Akhirnya sampai jugalah kita di Bangku Terdekat, untuk selonjoran kaki & menikmati Pintu Gerbang yang Saking Tertutupnya, kita ga punya bayangan bentuk Istananya itu kaya apa! Hehehe... emang musti bikin appointment sih, kalo mau masuk. Nasib...

Mc Donald
Huah… kaki pegal, badan kedinginan, perut lapar, memang cocoknya disumpal dengan segenggam kentang goreng dan burger. Dan menyeruput cola sambil ongkang-ongkang kaki. Sebelum menyiapkan diri untuk jalan (Lagiii!!! L) dan mencegat bis untuk kembali ke hotel. Tapiii…meskipun cape, kaki pegal, hati kita riang gembira dengan petualangan kita hari ini. Seru!!! Dan diam2 Daru pun bertanya “ Yang, sedia Fatigon Spirit ga?” hehehe….

Thursday, August 16, 2007

Phuket Fantasea




Pertama kali sampe di lapangan parkirnya, aku udah terkagum-kagum. Waaahhh... Pasar Malemnya seru bangett!!! Iya, beneran kaya Pasar Malem! Penuh dengan lampu warna-warni, "makhluk-makhluk berkostum" yang bisa diajak foto2, stand2 permainan, toko2 souvenir, n tak ketinggalan Gajah2 yang mondar-mandir siap dinaiki. Seru banget!

Ga sempet jeprat-jepret (beginilah susahnya kalo serombongan), kita langsung jalan ke tempat makan malam di Golden Kinaree Buffet Restaurant. Begitu masuk, wuaaaaaa....... melongo deh kaya anak kampung masuk kota. Restorannya gedhe banget, bisa muat 4000 orang, dengan patung2 manusia burung di kanan-kiri, lambaian kain putih & "awan - awan" di langit2, dan stand-stand makanan beraneka macam. Pantesan, di tiketnya pake nomer meja segala. Kalo ngga, bisa nyasar2 deh.

Abis makan, nyempetin beli suvenir bentar, trus mulai masuk ke Palace of the Elephants. Antriannya menakjubkan, jadi kalo kalian berminat kesini lebih baik membooking terlebih dahulu. Yang menyedihkan kamera, HP, handycam, semuanya ga boleh dibawa masuk. Musti dititip di depan. Sedih, soalnya tempatnya keren banget bikin tangan gatel buat jepret2. Apalagi setelah masuk ke panggungnya. Sekali lagi terpana... panggungnya gedeeee bangeeettt!!! Bisa muat 3000 an orang. Mulai dari situ, mulutku ga bisa mengatup lagi. Show demi show ditampilkan dengan sangat menakjubkan.

Awalnya tari2an khas Thailand dg puluhan penari2 yang cantik n yang pake topeng, lalu lanjut ke sendratari mirip Jaka Tarub itu... kisah bidadari yang turun ke bumi trus salah satunya diambil selendangnya oleh manusia bumi dst2... kerennya pake efek2 terbang ditarik tali begitu, ditambah dengan Gajah pula.
Trus backgroundnya ganti lagi. Kali ini kaya wayang kulit, bedanya dalangnya bukan cuma 1 tapi beberapa penari (wa la iya... lebar panggungnya bisa berapa puluh meter sih). Itupun ditambah gajah di belakang panggung shg tampak siluetnya.

Belum abis terkagum2, tiba2 backgroundnya berubah lagi. Tapi ko ga ada yang muncul. Serentak terdengar penonton yang menghela nafas... waaaa.... ternyata di atas langit2, udah ada 8 orang pemain akrobat. Panggungnya dibuat gelap n mereka pakai baju fluoresens itu, bergantung2 naik ayunan yang terlihat sinarnya aja. Berulang kali mereka lompat dari ayunan n salto di udara & bikin jantung deg2an. Soalnya yang keliatan cuma badan mereka yang muter2 aja di langit2. Keren banget n kompak banget.

Setelah itu mereka ditarik ke atas n menghilang di atas langit2, digantikan background panggung yang menampilkan sawah, plus petani2 yg panen padi...mendorong grobak sayur, anak2 main2 bambu, n tiba2 ada serombongan ayam lari dari ujung panggung ke ujung yang satunya lagi. Ayam sodara2...Ayam kate yang buntutnya tegak itu! Lari cepat n lurus pula.... wahahaha... aku ga abis pikir gimana ngelatihnya. Ayam beneran.
Udah gitu, giliran anak2 kambing melompat-lompat keluar dari panggung sebelah kanan, lari terus n keluar ke panggung sebelah kiri. Lalu ditambah gajah lagi... weleh2....

Dan shownya masih terus berlangsung, gabungan dari drama2, tari2, pertempuran dg makhluk2 manusia berkepala kerbau yang dibumbui ledakan meriam (mercon) n bikin aku mukulin temen sebelahku karena kaget trus ditambah efek2 dramatis yang bikin orangnya tiba2 lompat dari dalam tanah ato tiba2 jatuh dari langit2, show gajah2 (total ada 14 gajah di atas panggung dari yang kecil sampe yang gede) termasuk gajah terakhir yang ditutup kain trus dikerek dan di tengah2 tiba2 zaaappp! Gajahnya lenyap!, lanjut dg show badut2 dan sulap2 yang lucu tapi juga sedikit ngeri gara2 dari orang yang dikerangkeng itu tiba2 keluar macan gede banget dan melenggang kangkung di atas panggung, dan ditutup dengan tari2an masal yang keren banget.
Ini baru pertama kali aku lihat show se-spektakular itu....
So, kalo kalian ada rencana maen2 ke Phuket, apalagi dengan keluarga, jangan lewatkan tempat ini. Benar2 membuat hati riang gembira.
Psst:
Kalo pengen tau lebih kompletnya, cek aja di http://www.phuket-fantasea.com/
(3 foto pertunjukan ngambil dari web, soale kamera disita...huhu..)

Friday, June 29, 2007

Ghost Tour in Chester




Chester adalah kota kecil, sekitar 1 jam naik kereta dari Manchester ke arah North Wales.
Kotanya sudah tua dan kaya dengan historynya. Di sana kita bisa mengelilingi tembok Romawi (Roman Walls) yang katanya "the most complete set of City Walls in UK" dan bisa melihat Roman Amphitheatre yang katanya "the largest uncovered Roman Amphitheatre in the country. Beneran uncovered, baru lingkaran paling atasnya yang kegali. Lain2nya masih diteliti dan akan digali.
Walaupun kecil dan tua, kotanya termasuk cantik dengan bangunan2 tua dari kayu, cathedral tua plus jeritan tupai2, sungai dan burung2. Cantik. Unik.
Saking tuanya, kota ini terkenal sebagai the most haunted city in England.
Maka dari itu, sebagai bagian dari acara team building di meetingku, acaranya adalah Ghost Tour. Beneran! Tour Hantu-Hantu...
Udah keder aja dan ngebayangin yang nggak-nggak.
Tournya digelar dari jam 7 malam sampai selesai. Kita jalan kaki keliling kota, dingin2 berangin, rada2 gelap dan spooky, singgah2 ke tempat2 berhantu dan diceritain kisah2 hantu di tempat2 itu.

Ada kisah calon pengantin yang pas berdandan dan membayangkan indahnya pernikahan, hidup saling mencinta, tiba2 dapat surat yang bilang kalau mempelai prianya tidak bisa menikahi dia dan pergi. Dia langsung gantung diri komplit dengan baju putih dan kerudungnya dan menghantui tempat itu. Sampai sekarang, tempat itu ga ada yang berani meninggali. Sampai dibuat kontes barangsiapa berani tinggal di situ 2 jam, dapat 100 Pounds; tapi ga ada yang menang.

Ada juga hantu pembantu yang clumsy n suka mecahin piring. Dulu, ceritanya pembantu ini mengabdi di keluarga terkenal di kota ini. Masih muda dan clumsy sekali, suka mecahin piring. Saking ga sabarnya, nyonya rumah mengusir pembantu ini di malam dingin bersalju. Pembantu ini menangis dan menggedor2 pintu minta diijinkan masuk, karena dia ga punya tempat untuk berteduh, tapi sang tuan rumah tidak peduli. Keesokan harinya pembantu ini ditemukan mati kedinginan di depan pintu dan sejak hari itu, di rumah ini sering terdengar bunyi pecahan piring di malam hari.

Yang cukup seram adalah hantu di deket rivernya situ. Kisah ini terjadi tahun 1800an, jadi jaman2 kita SD dulu tuh. Pada waktu itu ada orang yang didakwa bersalah dan dijatuhi hukuman gantung di lapangan, disaksikan banyak orang. Orang ini tidak merasa bersalah, sehingga walaupun kakinya sudah dipasangi pemberat, dia berusaha melarikan diri melintasi kerumunan orang yang menonton. Dia lari terus sampai sungai dan berusaha berenang ke seberang. Karena kakinya dipasangi pemberat, di tengah2 dia tenggelam. Hanya, sang algojo, merasa tugasnya adalah menggantung pria ini, masuk ke dalam sungai, menarik jenazah pria ini dan menggantungnya dalam kondisi yang mengerikan. Setelah digantung, jenazah pria ini dan orang2 lain yang digantung itu dimasukkan ke mobil untuk dikubur di sebelah kiri pekarangan gereja (katanya kalo yang sebelah kiri gereja itu untuk orang2 yang berdosa & tidak akan diberkati). Tapi di tengah2 jalan, mobil ini oleng, dan semua mayat itu keluar ke jalanan. Saking ngerinya kejadian itu, hukuman gantung di kota ini dihapuskan, tapi hantu sang pria sering muncul dalam bentuk tangan yang menggapai2 dari dalam sungai. Fiuh! Jadi merinding...

Tempat yang serem waktu itu menurutku di gereja deket Amphitheatre. Di pintunya ada peti mati yang dipajang berdiri. Peti itu yang dipakai untuk memindahkan jenazah dari rumah ke gereja untuk dimakamkan. Yah gimana ga serem, lha ke situ pas udah gelap2, ditunjukinnya pake senter pula, anginnya dingin pula.
(yang jelas, sepanjang jalan daku berdoa dalam hati...semogaaa aja ga ada penampakan...hehehe)

Friday, June 08, 2007

Negeri pria bergaun




Gara-gara terpesona oleh Mel Gibson dalam balutan rok kotak-kotak dan gaya konyol Stifler waktu meniup bagpipe, bikin aku penasaran pengen lihat negara ini.
Apalagi waktu lihat tiket kereta dari Manchester ke Edinburgh ga begitu mahal untuk jam2 tertentu. Memang beda dibanding waktu ke Itali, kali ini ga ada tiket pesawat yang murah meriah. Tapi aku lebih suka naik kereta, sambil menikmati biri2 yang tersebar di padang rumput, burung2 hitam beterbangan, rumah2 pertanian di padang rumput, sungai, hutan, dan reruntuhan castle di sana sini.

Edinburgh menurutku kota yang cantik. Banyak bukit dan lembah. Maklum, Edinburgh castle dibangun di atas volcano yang sudah mati. Princess Garden Park di bawah castle dulunya aliran gletser dan dibuat menjadi Lor Noch, yang akhirnya danau ini dikeringkan untuk dibuat taman asri seperti sekarang. Tempat ini dulu jadi pembuktian apakah wanita yang eksentrik di jaman itu penyihir ato tidak. Dia akan diikat dan dilempar dari atas tempat castle itu ke Lor Noch. Kalo mengapung, berarti penyihir, dan akan dibakar hidup2 di Witchess Well dekat castle. Kalo tenggelam berarti bukan penyihir, tapi mati tenggelam. Tetep aja ini Lose - Lose solution ya. hehe...

Cara paling hepi dan murah meriah menikmati Edinburgh adalah dengan jalan kaki. Mulai dari Edinburgh castle yang di atas bukit, lalu turun melintasi sepanjang Royal Mile yang jalannya masih dari susunan batu & bukan aspal, sampai Palace of Holyroodhouse.

Di Castle bisa lihat Stone of Destiny, yang baru saja dikembalikan dari Westminster Abbey. Batu yang biasa dipakai dalam setiap upacara pemahkotaan raja/ratu Inggris ini nantinya akan dipinjamkan lagi kalau ada penobatan raja baru. Mitosnya, Stone of Destiny ini adalah batu yang dipakai bantal oleh Yakub & dalam tidur bertemu malaikat. Di Castle juga ada The Scottish Crown Jewel, tempat kelahiran James I of England / James IV of Scotland dan tiap jam 1 siang, ada tradisi penembakan meriam dari One O'Clock Gun.

Di sepanjang Royal Mile, kita bisa menikmati toko2 suvenir yg lucu2, Whitches Well tempat pembakaran witch jaman dulu, Whiskey Heritage Center tempat kita melihat cara pembuatan whiskey oleh "hantu" & bisa icip2, Tartan Weaving Mill tempat kita bisa lihat gimana orang Scot membuat tartan & kilt (bisa pesen juga), Camera Obscura, St. Giles Church, John Knox House - pendiri kekristenan (Calvin) di Scotland, Museum of Childhood, Edinburgh Museum, sampai istana Queen of Scots - Palace of Holyroodhouse. Jalan dari ujung ke ujung ga sampai 45 menit, dan ga terlalu cape karena jalanan menurun, serta banyak pemandangan menarik dari bangunan2 tua yang cantik dan dihiasi bunga2 musim semi yang digantung2.

Dari Castle kita juga bisa turun ke arah Princess Garden ke arah New Town-nya, melihat2 museum, dan menikmati alunan bagpipe dari bapak tua dengan kilt di pojokan taman. Lalu bisa mendaki lagi ke arah Calton Hill untuk menikmati spectacular panoramic view of Edinburgh city. Di Calton Hill ini ada Old Observatory, Nelson's monument, dan unfinished National Monument yang dibuat seperti Parthenonnya Acropolis Athena. Paling cocok kalo ke Calton Hill ini waktu sunset. Cantik sekali! (sayang aku ga kepikir begini waktu itu)

Oya, di kota ini aku stay di Smart City hostel (http://www.smartcityhostels.com/). Ini hostel yang paling bagus yang pernah aku dapatkan. Lokasinya strategis banget, di tengah2 Royal Mile deket Museum of Childhood. Internet gratis. Dan yang paling penting, kamarnya oke bgt! Modern, bersih, lengkap dengan tempat shower 2 n toilet 2 di satu kamar, hairdryer, dan handuk2 bersih 2 buah layaknya hotel. Bedanya cuma sekamar ber-8. Harganya juga murah u itungan UK, 15 pound per malam. Very recommended!!

Dan kalo mau shopping souvenir, sepanjang Royal Mile itu tersebar toko2 suvenir yang lucu2.

Thursday, June 07, 2007

Wales in a day




Abis meeting di Chester, mustinya aku balik ke Manchester lagi sebelum akhirnya balik ke Indo, karena bandara terdekat disana.

Tapi setelah pikir2, ko sayang ya, udah deket ke Wales, ko ga sekalian aja pergi menyambangi negara kelahiran Lady Di ini.

Setelah cari2 info n liat peta ama internet, ternyata emang deket kalo mau maen ke North Wales. Bisa naik kereta bolak - balik. Bisa hop on hop off dari satu kota ke kota yang lain lagi.

Akhirnya aku naik Virgin Train - North Wales Coast Line jurusan Manchester - Holyhead, karena dari sekian banyak kota yang dilalui, yang pingin aku liat Llanfair PG sama Conwy.

Llanfair PG terkenal ama nama kota & stasiun yang puanjang banget n Conwy terkenal castle-nya yang besar di pinggir laut.

Ini stasiun2 yang kulalui :

Chester - Flint - Prestatyn - Colwyn Bay - Llandudno Junction - Conwy - Penmaenmawr - Llanfairfechan - Bangor - Llanfair PG

Cuma sekitar 1.5 jam dari Chester ke Llanfair PG. Hepi kan?

Lebih hepi lagi pemandangan selama perjalanan asik banget. Biri-biri yang merumput - banyaaaakk banget tersebar di padang rumput - Kuda & Sapi belang2 yang juga merumput, Burung2 camar beterbangan, Ombak yang berdebur, rumah2 pedesaan yang lucu2, castle2 kuno. Seru!

Setelah menghitung perjalanan n ngeliat jadwal kereta, aku ke llanfair PG dulu. Belanja di toko deket stasiunnya sama ngerasain Scones (kue ala Wales .. kata temenku itu khasnya sana & enak banget). Walopun lidah jawaku ternyata lebih suka scones ala kafe di Setiabudi Building. Hehe...

Abis dari llanfair PG, baru deh ke Conwy. Wuih! Castlenya kereeeeennnn banget! Gede, dengan pemandangan laut n bukit penuh biri2. Ditambah dengan pohon2 sakura yang sedang berbunga. Cantik!







Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch



Bingung kan bacanya?

Sama. Diriku juga. Apalagi waktu mau naik kereta ke tempat itu. Mabok deh nyebut ke masinisnya :-).

Memang sepertinya dinas pariwisata desa kecil di Wales itu sengaja bikin nama panjang ini untuk menarik wisatawan. Ditambah lagi, dibuatlah lomba cara mengejanya...

Gimana juga, memang akhirnya menarik diriku untuk menyambangi tempat ini, sekedar ingin tau, ingin liat2, and nyari orang yang bisa mengeja namanya dengan benar. Hehehe...

Makanya begitu sampai di stasiun itu, aku dateng ke tourist information deket stasiun and minta ibu tua baik hati yang jaga untuk kasih tau cara bacanya. Dan kurekam dong. Kali2 kalo kesana lagi lebih fasih lah :-)

Ini info dr Wiki ttg tempat ini :
(Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch), also spelt Llanfair Pwllgwyngyll and commonly known as Llanfair PG or Llanfairpwll, is a village and community on the island of Anglesey in Wales, situated on the Menai Strait next to Menai Bridge and across the strait from Bangor. According to the 2001 census, the population of the community is 3,040,[1] 76% of whom speak Welsh fluently; the highest percentage of speakers is in the 10–14 age group, where 97.1% are able to speak Welsh.[citation needed]
The long form of the name is the longest officially recognised place name in the United Kingdom and one of the longest in the world, being 58 letters in length (51 letters in the Welsh alphabet, where "ch" and "ll" count as single letters).
The name is Welsh for "St Mary's church in the hollow of the white hazel near to the rapid whirlpool and the church of St Tysilio of the red cave".

(weleh... weleh... terjemahannya lebih panjang bo..)




Sunday, June 03, 2007

Studi Banding






Cambridge is 2.5 hours away from Heathrow, by bus. It's cold n windy that morning, so I felt so relieved when Windo n me finally reached their apartment, had hot rice, fish soup, and Saksang! (benar saudara-saudara. Saksang! Buatan Marpadotbe!)! Yum!

(ternyata waktu mamanya Windo ke Cambridge, beliau membawa saksang yang udah dibekuin.)

At noon, Windo took me around the city. Cambridge is a small city full of colleges (emang kota mahasiswa sih ya...) with their big & beautiful old buildings, river with it's clear water & cheerful ducks, boats rent for punting (though it's too early for punting). It's a beautiful day, though the weather was weird. Can you imagine : 4 season in one day! : it's windy in the morning, then it's hot with bright sunshine in the afternoon, but then it's snowing & rain in the evening! What a day!

Oh ya, we went to Nando's to try their special menu : hot roasted chicken. Bener2 pedas!

There are so many things to see in London...




Hmm, below is my story from London :

http://timplaktimplung.multiply.com/journal/item/26

Thursday, April 26, 2007

Bangkok in a day





Started from Grand Palace & Wat Phra Kaew, we explored the biggest teak mansion in the world - Vimanmek Mansion, enjoyed the marvellous marble at Wat Benchamabophit, saw a nice view of Bangkok from top of Golden Mount / Wat Saket, sighing at the feet of the longest golden Budha at Wat Po, and dreaming in front of Temple of the Dawn - Wat Arun.


All in one day, by Tuk Tuk. Then we enjoyed Shopping at Suan Lum Night Bazaar....:-)

(tepatnya lagi - pijat refleksi. Cape bo!)

Wednesday, November 01, 2006

NONTON IKAN SINGA AMA DUREN BESI



Ke Singapore ga cukup kalo ga nengok icon negara ini : Merlion n Esplanade.
Check these out!!!

JALAN-JALAN MENCARI KEDAMAIAN...





Setelah pilih-pilih antara Jurong Bird Park atau Safari Night, akhirnya kita putuskan untuk maen ke.... SENTOSA ISLAND (?!?!?)
Jalan-jalan keliling pulau dengan trem... bayar $10 buat lihat kupu2 ama coro (...hii...), nebeng poto di depan Fort Siloso & Underwater world... maen ke pantai Siloso and nyebrang jembatan gantung di pantai Lawangan (ups! salah... pantai Palawan) & liat2 orang pacaran... (termasuk kita juga siiih...hehehe....)

FIRST DAY OF THE JOURNEY


Begitu nyampe Harbour Port, kita menyambangi mal terbarunya S'pore : Vivo City.
Jalan-jalan...eh, ko ya ketemu toko sepatu yang asik punya. Saking susahnya cari ukuran sepatu di Jakarta (45 bo!), Daru hepi banget bisa nemuin sepatu yang nggaya dengan ukuran yang pas.
Tapi apa mau dikata, memang bukan jodoh, mesin kartu kreditnya ga bisa jalan. Gigit jari deh...
Untuk menghibur hati (dan perut tentunya...), kita ke kopitiam - food court - buat ngisi perut.
Penuhnya minta ampun!!! Nyari tempat duduk susah, dan setelah menggeser tissue yang tergeletak di kursi, kita pun duduk. Dan setelah berapa lama udah mengunyah2, baru sadarlah kalo emang di Spore itu untuk "ngetek" tempat duduk tyt pake tisu. Dan tyt ada juga payung yang tergeletak di situ...hihihi... untunglah mbaknya ga ngomel2 liat kita udah duduk manis di tempatnya. Pilihan siang itu mie dan buntut babi. Babinya lumayan enak, cuma sayang rasanya agak manis & mienya licin banget & bumbunya kurang nyerep. Tapi okelaaahhh...

Setelah kita beres makan n ketemu Gita, kita berpencar. Mbak Tanti & mas Yusak maen ke Orchard, n kita b3 langsung ngedrop koper di Yishun apartment. Ga lama2, langsung cabut ke Orchard dooonggg.... Daru akhirnya dapet sepatu n aku pun seperti biasa, tergaet dg Charles & Keith...hihihi...
Hepiiii....

JOURNEY TO THE LION'S ISLAND



Lebaran sebentaaarr lagi....
Kemana ya??? Lumayan nih, Daru libur seminggu...aye ikutan juga aaahhh... Kapan lagi bisa liburan bareng. Tapi kemana? Bandung? Bogor? macet ga yaa...
Tiba-tiba...kling! "Bisa ga kita maen ke Spore? Nengokin Hans & Gita?"
Wuih! Menarik juga! Secara itu adalah angan2 kita sejak dulu kala. Ayo..ayo..cek tiket...
Lewat Batam aja, bisa nengokin "rumah" lama & yang paling penting...fiskal lebih murah dong...hihihi....
Akhirnya kesampean juga deh impian kita bedua...

Berangkat naik Lion Air ke Batam jam 11.20. Dijemput mas Yusak, lalu bernostalgia keliling2 Batam & mencicipi rasa asli SUP IKAN YONGKEE. Emang beda euy dibanding dg yang di Jakarta.
Di rumah mas Yusak & mbak Tanti, kita maen2 ama si kecil Joan yang lucu dan cantik itu.
Malamnya, kita makan shabu2 all you can eat di BCS (eh, bener ga ya? pokok di mal deh).
N Daru kesampaian tuh cita2nya makan Gonggong banyak2. (untung abis itu ga menggonggong dia...hehehe...)

Paginya, kita ke Batam Center, diiringi tangisan sedih Joan, untuk naik Ferry ke Spore.
Kita pilih Wave Master... kata mbak Tanti yg paling cepet .... wus! 1 jam berlalu sampai akhirnya tampaklah kepala Merlion Raksasa menyambut kedatangan kita.
Hepiii!!!!