Friday, June 08, 2007

Negeri pria bergaun




Gara-gara terpesona oleh Mel Gibson dalam balutan rok kotak-kotak dan gaya konyol Stifler waktu meniup bagpipe, bikin aku penasaran pengen lihat negara ini.
Apalagi waktu lihat tiket kereta dari Manchester ke Edinburgh ga begitu mahal untuk jam2 tertentu. Memang beda dibanding waktu ke Itali, kali ini ga ada tiket pesawat yang murah meriah. Tapi aku lebih suka naik kereta, sambil menikmati biri2 yang tersebar di padang rumput, burung2 hitam beterbangan, rumah2 pertanian di padang rumput, sungai, hutan, dan reruntuhan castle di sana sini.

Edinburgh menurutku kota yang cantik. Banyak bukit dan lembah. Maklum, Edinburgh castle dibangun di atas volcano yang sudah mati. Princess Garden Park di bawah castle dulunya aliran gletser dan dibuat menjadi Lor Noch, yang akhirnya danau ini dikeringkan untuk dibuat taman asri seperti sekarang. Tempat ini dulu jadi pembuktian apakah wanita yang eksentrik di jaman itu penyihir ato tidak. Dia akan diikat dan dilempar dari atas tempat castle itu ke Lor Noch. Kalo mengapung, berarti penyihir, dan akan dibakar hidup2 di Witchess Well dekat castle. Kalo tenggelam berarti bukan penyihir, tapi mati tenggelam. Tetep aja ini Lose - Lose solution ya. hehe...

Cara paling hepi dan murah meriah menikmati Edinburgh adalah dengan jalan kaki. Mulai dari Edinburgh castle yang di atas bukit, lalu turun melintasi sepanjang Royal Mile yang jalannya masih dari susunan batu & bukan aspal, sampai Palace of Holyroodhouse.

Di Castle bisa lihat Stone of Destiny, yang baru saja dikembalikan dari Westminster Abbey. Batu yang biasa dipakai dalam setiap upacara pemahkotaan raja/ratu Inggris ini nantinya akan dipinjamkan lagi kalau ada penobatan raja baru. Mitosnya, Stone of Destiny ini adalah batu yang dipakai bantal oleh Yakub & dalam tidur bertemu malaikat. Di Castle juga ada The Scottish Crown Jewel, tempat kelahiran James I of England / James IV of Scotland dan tiap jam 1 siang, ada tradisi penembakan meriam dari One O'Clock Gun.

Di sepanjang Royal Mile, kita bisa menikmati toko2 suvenir yg lucu2, Whitches Well tempat pembakaran witch jaman dulu, Whiskey Heritage Center tempat kita melihat cara pembuatan whiskey oleh "hantu" & bisa icip2, Tartan Weaving Mill tempat kita bisa lihat gimana orang Scot membuat tartan & kilt (bisa pesen juga), Camera Obscura, St. Giles Church, John Knox House - pendiri kekristenan (Calvin) di Scotland, Museum of Childhood, Edinburgh Museum, sampai istana Queen of Scots - Palace of Holyroodhouse. Jalan dari ujung ke ujung ga sampai 45 menit, dan ga terlalu cape karena jalanan menurun, serta banyak pemandangan menarik dari bangunan2 tua yang cantik dan dihiasi bunga2 musim semi yang digantung2.

Dari Castle kita juga bisa turun ke arah Princess Garden ke arah New Town-nya, melihat2 museum, dan menikmati alunan bagpipe dari bapak tua dengan kilt di pojokan taman. Lalu bisa mendaki lagi ke arah Calton Hill untuk menikmati spectacular panoramic view of Edinburgh city. Di Calton Hill ini ada Old Observatory, Nelson's monument, dan unfinished National Monument yang dibuat seperti Parthenonnya Acropolis Athena. Paling cocok kalo ke Calton Hill ini waktu sunset. Cantik sekali! (sayang aku ga kepikir begini waktu itu)

Oya, di kota ini aku stay di Smart City hostel (http://www.smartcityhostels.com/). Ini hostel yang paling bagus yang pernah aku dapatkan. Lokasinya strategis banget, di tengah2 Royal Mile deket Museum of Childhood. Internet gratis. Dan yang paling penting, kamarnya oke bgt! Modern, bersih, lengkap dengan tempat shower 2 n toilet 2 di satu kamar, hairdryer, dan handuk2 bersih 2 buah layaknya hotel. Bedanya cuma sekamar ber-8. Harganya juga murah u itungan UK, 15 pound per malam. Very recommended!!

Dan kalo mau shopping souvenir, sepanjang Royal Mile itu tersebar toko2 suvenir yang lucu2.

1 comment:

Sugriwa Mesem said...

duh! pingin jalan2 neeeeeeeeeeeh!